Yogyakarta
Terimbas Isu Virus Corona, Ojol di Yogyakarta Mengaku Sepi Orderan
Sejak mahasiswa kuliah online hari ini, ojol yang biasanya ramai orderan di pagi hari, hari ini merasakan perbedaan yang signifikan.
Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Irvan Riyadi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Sebagian besar perguruan tinggi, sejak hari ini, Senin (16/03/2020), mulai memberlakukan aktivitas perkuliahan, dengan metode online, sebagai bentuk antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 (Virus Corona).
Hal ini ternyata turut dirasakan oleh para pengendara ojek online di Yogyakarta, yang mengeluhkan sepinya orderan.
Surono, merupakan satu di antaranya.
Ia menuturkan, sejak mahasiswa kuliah online hari ini, ia yang biasanya ramai orderan di pagi hari, hari ini merasakan perbedaan yang signifikan.
• Kunjungi Tribun Jogja, Dwi Sasono dan Widi Mulia Promosikan Film Buku Harianku
Ia yang setiap paginya menunggu orderan di sekitar kos- kosan mahasiswa, hari ini pun harus pindah tempat karena sepi.
“Saya biasanya, pagi segini, sudah 10-12 orderan, hari ini karena kuliah online, baru dapat 4,” ujarnya.
Ia menambahkan, karena pembatasan aktivitas hari ini, beberapa temannya sesama ojol, bahkan ada yang belum dapat orderan sama sekali.
“Katanya dalam 14 hari ke depan berlakunya. Banyak yang merana ini, karena Virus Corona,” tutupnya.
Dari pantauan pagi ini, beberapa titik jalan yang biasanya ramai dan padat ketika jam berangkat kerja, kini pun tampak lengang. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terimbas-isu-virus-corona-ojol-di-yogyakarta-mengaku-sepi-orderan.jpg)