Wabah Virus Corona

Tak Usah Panik, Cek Bedanya Jika Demam dan Batuk Biasa dan Akibat Infeksi Virus Corona

Gejala awal infeksi corona memang mirip dengan influenza, yakni demam dan batuk.

Editor: Rina Eviana
buoyhealth.com
ilustrasi 

Tak Usah Panik, Cek Bedanya Jika Demam dan Batuk Biasa dan Akibat Infeksi Virus Corona

TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (COVID-19) di Tanah Air bertambah. Hingga Jumat (13/3/2020) jumah total pasien positif coronavirus jumlahnya 69 orang, dua di antaranya balita.

Sementara hingga hari ini, pasien COVID-19 yang meninggal bertambah tiga, hingga totalnya sudah ada 4 pasien meninggal akibat virus corona di Tanah Air.

Badan Kesehatan Dunia (WHO)  resmi menyatakan virus corona atau COVID-19 sebagai pandemi global. Dalam waktu 3 bulan, virus corona yang berasal dari Wuhan, China menyebar ke 123 negara.

Petugas kesehatan mengevakuasi seorang pria dari rumahnya menuju ke Rumah Sakit Wuhan, China pada Kamis (30/1/2020)
Petugas kesehatan mengevakuasi seorang pria dari rumahnya menuju ke Rumah Sakit Wuhan, China pada Kamis (30/1/2020) (Hector Retamal/AFP)

Mengutip dari worldometers.info, sebanyak 135 ribu lebih orang terinfeksi virus corona.

Sekitar 70.000 orang dinyatakan sembuh dan 4.990 kematian disebabkan oleh coronavirus.

Dengan cepatnya penularan virus corona baru ini, wajar jika banyak orang bertanya-tanya apakah dirinya tertular jika menderita batuk dan demam.

Gejala awal infeksi corona memang mirip dengan influenza, yakni demam dan batuk.

“Flu dan virus corona memang memengaruhi sistem tubuh dan saluran pernapasan bawah. Penderitanya akan menderita nyeri tenggorokan, batuk, demam, atau bahkan sesak. Jadi sebenarnya sulit membedakannya dari gejala klinis,” kata Dr.Greg Poland, pakar penyakit menular di Mayo Clinic seperti dikutip Kompas.com dari CNN.

Meski demikian, jika kita menderita infeksi corona gejala lain yang menyertai adalah badan sangat lelah, dan juga nyeri otot.

Poland mengatakan, pada penyakit flu biasa kita akan mulai merasa baikan setelah cukup istirahat dan konsumsi makanan sehat setelah beberapa hari.

“Bila kita menderita flu atau virus corona, kondisinya makin memburuk. Yang bisa meningkatkan kecurigaan adalah jika muncul sesak napas,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan KompasTV, Prof. Zubairi Djoerban, Sp.PD, mengatakan kita harus ke dokter jika sudah mengonsumsi obat flu tapi tidak ada perbaikan.

“Pada prinsipnya kalau ada batuk dan pilek, lalu sudah minum obat sederhana seperti parasetamol tapi tidak ada perbaikan setelah dua hari, sebaiknya ke dokter,” ujarnya.

Kenali Beda Gejala Virus Corona dan Flu Biasa, Meski Mirip Tapi Tak Sama

Meski begitu, jika gejala demam dan batuk itu disertai dengan sesak napas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

“Apalagi kalau baru bepergian dari luar negeri,” imbuhnya. Tidak perlu panik jika memang menderita corona.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien yang tidak terlalu sakit bisa pulih kembali dalam waktu dua pekan.

Adapun pasien dengan kondisi lebih parah perlu waktu 3-6 pekan untuk sehat kembali.

Langkah pencegahan corona

Bersamaan dengan penetapan pandemi ini, tentunya kita harus lebih waspada terhadap virus corona agar tidak ikut terinfeksi.

Penyebaran Virus Corona di Korea Selatan Semakin Bertambah (yonhap)
Berikut adalah saran WHO kepada publik untuk melindungi diri dan orang-orang tersayang dari COVID-19.

1. Cuci tangan Anda

Ilustrasi Hand Sanitizer
Ilustrasi Hand Sanitizer (CDC)

Bersihkan tangan secara reguler dan menyeluruh menggunakan sabun dan air, atau bila tidak ada dengan pembersih tangan berbahan alkohol 60 persen (hand sanitizer).

Mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer bisa membunuh virus corona yang hinggap pada tangan Anda. 

2. Jaga jarak

Jaga jarak setidaknya satu meter dari orang yang sedang batuk atau bersin. Pasalnya, virus corona ditularkan melalui droplet atau cairan yang keluar dari tubuh orang terinfeksi saat batuk atau bersin.

Bila jarak Anda dan orang tersebut terlalu dekat, Anda bisa menghirup virus corona SARS-CoV-2 dan ikut terinfeksi COVID-19.

Kenali Gejala Awal Infeksi Virus Corona, Berawal dari Demam dan Bisa Menjalar hingga ke Paru-paru

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan Anda bisa menjadi media penyebaran COVID-19. bila terkena droplet atau menyentuh permukaan yang terpapar virus corona.

Jika tangan yang membawa virus corona menyentuh mata, hidung dan mulut; virus bisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

4. Praktikan kebersihan pernapasan

Pastikan Anda dan orang-orang mempraktikan kebersihan pernapasan dengan mengikuti etika ketika bersin atau batuk.

Tutup mulut atau hidung Anda ketika bersin dan batuk menggunakan siku atau tisu, bukan tangan. Lantas, segera buang tisu setelah menggunakannnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ke orang-orang sekitar Anda melalui droplet ketika bersin dan batuk.

5. Telepon hotline

jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas WHO meminta Anda untuk tetap berada di rumah ketika merasa tidak enak badan.

Lantas, bila anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas yang dicurigai Covid-19, segera minta pertolongan medis dengan menelepon hotline terlebih dahulu. Untuk diketahui, hotline terbaru Kementerian Kesehatan untuk Covid-19 adalah 119 EXT 9 atau telepon 119 dan pilih 9.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved