Kriminalitas
Kakek 75 Tahun Diduga Tega Cabuli Anak 7 Tahun di Magelang
Seorang kakek 75 tahun diduga telah tega mencabuli anak perempuan berusia 7 tahun, pelajar SD di Kabupaten Magelang.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seorang kakek 75 tahun diduga telah tega mencabuli anak perempuan berusia 7 tahun, pelajar SD di Kabupaten Magelang.
Pelaku, HS mengajak korban dan melakukan pencabulan di kamar rumahnya.
Usai kejadian, pelaku memberi uang Rp 5.000 kepada korban.
Korban yang menangis mengadukan kejadian ini kepada orangtuanya.
Orangtua korban melapor polisi sampai akhirnya pelaku ditangkap.
• Seorang Kakek Tega Cabuli 4 Siswi SD di Kulon Progo
Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan, kejadian ini terjadi pada pertengahan bulan Februari 2020 lalu.
Korban, sebut saja Mawar, yang merupakan tetangga pelaku, saat itu sedang bermain di halaman rumah pelaku.
Melihat korban, timbul niat bejat dari pelaku untuk melakukan perbuatan asusila.
Korban diajak ke dalam kamar rumahnya, dan di tempat itu lah, pencabulan itu terjadi.
"Telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh HS alias Mbah Marmo (75), warga Magelang. Korban, pelajar berusia 7 tahun merupakan tetangga pelaku. Pelaku ini baru beberapa bulan ditinggal istrinya meninggal dunia. Saat itu ia melihat korban sering bermain di halaman, menjadi tertarik, ada hasrat untuk melakukan perbuatan pencabulan. Terjadilah tindak pidana tersebut," kata Eko, Kamis (12/3/2020) dalam ungkap kasus di Mapolres Magelang.
Eko menuturkan, usai melakukan perbuatan bejat tersebut, pelaku memberi uang jajan kepada korban, sebut saja Mawar, sebesar Rp 5.000.
Perbuatan bejat pelaku terungkap saat Mawar menangis dan menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya.
Orangtua Mawar yang tidak terima langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.
• BREAKING NEWS : Ciduk Bandar Narkoba, Polres Bantul Amankan 1,1 Kilogram Sabu
"Perbuatan pelaku terungkap saat korban menangis ke orangtuanya. Korban bercerita sembari menangis setelah kejadian itu. Orangtua melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian. Dalam pengakuan pelaku, pelaku sempat memberikan uang untuk jajan," ujarnya.