Lifestyle

Hati-hati, Sampah yang Biasa ada di Rumah Ini Bisa Jadi Limbah Berbahaya

Popok dan pembalut sekali pakai memiliki kandungan Super Absorbent Polymer (SAP) hingga 42 persen, yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena a

Editor: Ari Nugroho
IST/Shutterstock via Oceana
Ilustrasi sampah plastik di laut. 

TRIBUNJOGJA.COM - Disadari atau tidak, ada beberapa jenis sampah yang dapat berpotensi menjadi limbah berbahaya.

Founder Komunitas Sadari Sedari Nabilah Kushaflyki menyebutkan, setidaknya ada enam jenis sampah yang bisa berbahaya, jika tidak dikelola dengan baik.

1. Popok dan pembalut

Berdasarkan catatan Bank Dunia tahun 2017, popok sekali pakai menjadi penyumpang sampah terbanyak kedua di laut.

Proporsinya disebut mencapai 21 persen dari total sampah di laut.

Popok dan pembalut sekali pakai memiliki kandungan Super Absorbent Polymer (SAP) hingga 42 persen, yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air.

Banyak yang Buang Limbah ke Sumur Resapan, DPUPKP Khawatir Sumur Warga Tercemar

Nah, apabila terurai dalam air, zat kimia ini dapat membahayakan lingkungan.

2. Sampah plastik

Plastik menjadi barang rumah tangga sekali pakai yang dekat dengan kehidupan rumah tangga.

“Sampah plastik butuh ratusan tahun untuk mengurai sehingga menjadi sampah menumpuk dan mengancam ekosistem di sekitarnya,” tutur Nabilah.

3. Tisu basah

Di balik penggunaannya yang praktis, sampah dari bekas tisu basah sangat sulit terurai di lingkungan dan pada akhirnya berakhir di lautan.

Hal ini karena tisu basah terbuat dari rensin plastik.

BREAKING NEWS : Ratusan Ikan Mati di Aliran Kali Sermo Kulonprogo, Diduga Tercemar Limbah

4. Kaleng minuman dan makanan

Limbah kaleng adalah limbah yang tidak bisa diurai secara alami dan termasuk limbah anorganik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved