Bantul
Virus Corona Mewabah, Permintaan Jamu Herbal di Bantul Meningkat
Di Bantul, bahkan ada sebuah produsen Jamu yang menciptakan ramuan herbal bernama "Pencegah Virus Corona".
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Virus Corona mewabah puluhan negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Dampaknya, banyak masyarakat yang panik dan ketakutan.
Mereka berupaya melindungi diri agar tidak tertular virus mematikan asal Wuhan tersebut.
Satu dia antara caranya yang diklaim ampuh adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi jamu herbal.
Alhasil, produsen jamu herbal banjir permintaan.
Di Bantul, bahkan ada sebuah produsen Jamu yang menciptakan ramuan herbal bernama "Pencegah Virus Corona".
• Terdampak Virus Corona, Kunjungan Wisman ke Candi Borobudur Turun 30 Persen
Ramuan herbal tersebut terbuat dari berbagai tanaman obat yang telah dihaluskan.
"Ada kayu manis, jahe emprit, kunyit, jahe merah, sereh dan temulawak," kata Sutrisno, peracik Jamu herbal pencegah corona saat ditemui di rumahnya di Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Desa Canden, Jetis Bantul, Minggu (8/3/2020).
Sutrisno bukan orang baru dalam dunia jamu herbal.
Sebelumnya, pria yang juga menjabat sebagai ketua Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan itu telah meracik jamu herbal untuk penderita kanker.
Teh herbal untuk pelangsing tubuh, ramuan temulawak, hingga Jahe merah.
Semuanya dalam bentuk serbuk dan siap dikonsumsi.
Jamu herbal yang diberi nama pencegah virus corona merupakan produk baru dari Sutrisno.
Menurut dia, jamu tersebut memiliki banyak khasiat, antara lain, dapat meningkatkan daya imun tubuh melalui kandungan temulawak dan kunyit.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Termasuk menanggulangi penyakit liver dan menurunkan trigliserida.
Kunyit menurutnya juga bisa untuk mencegah kanker dan melancarkan haid bagi perempuan.
"Jahe merah dan jahe emprit dapat menanggulangi mual-mual dan masuk angin," terang dia.
Produk-produk dari Sutrisno dijual melalui online, pameran dan tutur lisan ke lisan.
Permintaan, menurut dia, selama ini datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Cilacap, dan Kalimantan Timur.
Selain menjabat sebagai ketua desa wisata, Sutrisno juga mengaku sebagai penasehat dari sentra Jamu Gendong Kiringan.
Menurut dia, semenjak Virus Corona mewabah, penjualan jamu di kampungnya meningkat cukup drastis.
Kata dia, total perajin jamu di kampung Kiringan berjumlah 132 orang.
Sebagian di antaranya berjualan di pasar-pasar tradisional.
• UPDATE Virus Corona Indonesia Hari Ini: Jumlah Pasien Positif COVID-19 Bertambah, Kini Jadi 6 Orang
"Saat saya tanya, mereka mengatakan selalu diminta pelanggannya di pasar untuk menyuguhkan jamu sebagai penangkal corona. Secara penjualan meningkat. Satu penjual bisa melayani sampai 30 pembeli," kata dia.
Selain sebagai sentra Jamu gendong, kampung Kiringan juga terkenal akan kekayaan tanaman obat tradisional.
Di kampungnya, kata Sutrisno, terdapat 130 jenis tanaman obat.
Tak heran Kampung Kiringan terkenal sebagai Desa Wisata Jamu Gendong.
Ratusan tanaman obat tersebut terbagi dalam beberapa kelompok.
Ada tanaman liar untuk obat.
Tanaman hias untuk obat.
Sayur dan buah untuk obat dan terakhir tanaman obat dan keluarga (toga) untuk obat.
Semua tanaman tersebut banyak tumbuh dipekarangan rumah-rumah warga.
Termasuk di pekarangan rumah Sutrisno.
• Permintaan Meningkat, Pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta Racik Empon-Empon Corona
Hampir semuanya dipenuhi oleh tanaman obat.
Ia tak sungkan memperkenalkan satu persatu tanaman yang tumbuh.
Ada tanaman meniran.
Tanaman tersebut merupakan jenis tanaman liar namun bisa dimanfaatkan untuk obat.
Selanjutnya, ada tanaman Seligi.
"Fungsinya untuk meredakan encok," kata Sutrisno, tangannya kemudian memegang daun seligi yang hampir mirip dengan daun asem.
Ada pula bunga melati yang menurutnya bagus sebagai aromaterapi sekaligus anti oksidan.
Menengok sisi yang lain ada tanaman Gondo ruso, kemudian tanaman Iler.
"Fungsinya untuk meredakan panas dalam," urai Sutrisno. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-corona-mewabah-permintaan-jamu-herbal-di-bantul-meningkat.jpg)