Bantul
Virus Corona Mewabah, Permintaan Jamu Herbal di Bantul Meningkat
Di Bantul, bahkan ada sebuah produsen Jamu yang menciptakan ramuan herbal bernama "Pencegah Virus Corona".
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Kunyit menurutnya juga bisa untuk mencegah kanker dan melancarkan haid bagi perempuan.
"Jahe merah dan jahe emprit dapat menanggulangi mual-mual dan masuk angin," terang dia.
Produk-produk dari Sutrisno dijual melalui online, pameran dan tutur lisan ke lisan.
Permintaan, menurut dia, selama ini datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Cilacap, dan Kalimantan Timur.
Selain menjabat sebagai ketua desa wisata, Sutrisno juga mengaku sebagai penasehat dari sentra Jamu Gendong Kiringan.
Menurut dia, semenjak Virus Corona mewabah, penjualan jamu di kampungnya meningkat cukup drastis.
Kata dia, total perajin jamu di kampung Kiringan berjumlah 132 orang.
Sebagian di antaranya berjualan di pasar-pasar tradisional.
• UPDATE Virus Corona Indonesia Hari Ini: Jumlah Pasien Positif COVID-19 Bertambah, Kini Jadi 6 Orang
"Saat saya tanya, mereka mengatakan selalu diminta pelanggannya di pasar untuk menyuguhkan jamu sebagai penangkal corona. Secara penjualan meningkat. Satu penjual bisa melayani sampai 30 pembeli," kata dia.
Selain sebagai sentra Jamu gendong, kampung Kiringan juga terkenal akan kekayaan tanaman obat tradisional.
Di kampungnya, kata Sutrisno, terdapat 130 jenis tanaman obat.
Tak heran Kampung Kiringan terkenal sebagai Desa Wisata Jamu Gendong.
Ratusan tanaman obat tersebut terbagi dalam beberapa kelompok.
Ada tanaman liar untuk obat.
Tanaman hias untuk obat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-corona-mewabah-permintaan-jamu-herbal-di-bantul-meningkat.jpg)