Dampak Hujan Deras di DIY

Kisah Nur Hayadi, Nelayan Tradisional Sungai Progo yang Bertaruh Nyawa Demi Sesuap Nasi

Dengan jaring yang sudah dirangkai dengan batang bambu sepanjang lebih kurang 6 meter, dia terus membenamkan jaringnya untuk memperoleh ikan.

Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Nur Hayadi, seorang nelayan tradisional Sungai Progo 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hujan yang melanda sejumlah wilayah di DIY dan Jawa Tengah mengakibatkan kenaikan debit air Sungai Progo.

Kenaikan debit air ini pun mencapai lima kali lipat dari debit air normal.

Terpantau air di Sungai Progo bergejolak sangat hebat, bahkan suara gemuruh air terdengar tanpa henti di telinga.

Namun, di tengah meningkatnya debit air ini, ada seorang nelayan tradisional Sungai Progo bernama Nur Hayadi (60) yang sibuk mencari ikan.

BREAKING NEWS : Debit Air Sungai Progo Naik 5 Kali Lipat

Dengan menggunakan jaring yang sudah dirangkai dengan batang bambu sepanjang lebih kurang 6 meter, dia terus membenamkan jaringnya untuk memperoleh ikan.

Pria asal Pantok Wetan, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang ini tak gentar dengan bahaya yang menantinya.

Jika ada kesalahan kecil saja, dirinya dapat hanyut setiap saat karena derasnya arus air di lokasi tersebut.

Walaupun demikian, Nur karib disapa, mengatakan bahwa dia tidak pernah takut akan bahaya yang menantinya.

"Sejak kecil sudah senang mencari ikan, ibaratnya sudah hobi. Tapi sekarang ini juga menjadi pekerjaan. Orang rumah juga tahu kalau saya berangkat mencari ikan," katanya.

Dia yang sehari-hari mencari nafkah secara serabutan, menjelaskan bahwa dirinya mencari ikan hanya saat sungai Progo banjir atau meningkat debit airnya.

"Kalau kondisi seperti ini baru turun mencari ikan. Soalnya ikan banyak yang menepi karena arus yang sangat kuat," katanya.

Menurut penuturannya, setiap kali mencari ikan, dia selalu sendirian.

"Hanya jaring ini yang menemani. Kalo misal saya hanyut, ya nggak bakal ada yang tahu," katanya.

Dia menambahkan, hasil dari mencari ikan tersebut tidak pasti.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Kadang dapat sekilo, kadang dua kilo tapi pernah juga pulang tanpa hasil," tuturnya.

Hasil tangkapannya itu, menurut keterangannya, dia jual kepada tetangga maupun warga yang dijumpainya ketika pulang.

"Biasanya sekilo dijual Rp 25 ribu," tegasnya.

Saat ditemui, dirinya juga melancarkan aksinya yang dapat dibilang sangat membahayakan tersebut.

Terlihat dia membenamkan jaring yang sudah disambungkan dengan batang bambu tersebut hingga dasar sungai Progo, dan perlahan-lahan mengangkatnya.

Dia berdiri di batuan yang terletak persis di pinggiran Sungai Progo dan tanpa rasa takut ia terus mengulangi aktivitasnya tersebut.

Suasana pun menjadi sangat menegangkan, namun itu semua terhapus ketika ada ikan yang tersangkut di jaring yang diangkatnya.

Senyum lebar penuh rasa syukur nampak menghiasi muka lelaki berusia 60 tahun ini.

Seusai mencari ikan, dia sempat bercerita tentang pengalaman menegangkan yang dimilikinya.

Dia mengakui bahwa dulu dia pernah mendapatkan kesulitan di tengah aktivitasnya mencari ikan.

BREAKING NEWS : Tebing Setinggi 5 Meter di Kokap Kulon Progo Longsor, Jebol Rumah Warga

"Waktu itu pernah jaring yang digunakan tersangkut di batuan cadas. Saya lalu mengikat gagang jaring dan menyelam untuk melepaskan jaring dari batuan," katanya.

Itu semua dilakukannya di tengah arus Sungai Progo yang sangat deras.

Dia pun menceritakan tentang perubahan yang dialaminya sejak dari kecil hingga saat ini.

"Dulu waktu masih kecil, ikan di Sungai Progo sangat banyak. Tidak seperti saat ini, ikan semakin sulit didapatkan," katanya.

Dia menjelaskan, dulunya banyak orang yang mencari ikan dengan cara yang tidak benar.

"Ada yang menggunakan racun, ada yang memakai alat listrik, habis itu ikan jadi sulit untuk didapatkan. Namun, saat ini kondisi sudah berangsur membaik, sudah tidak banyak yang mencari ikan dengan cara-cara tersebut," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved