Dampak Hujan Deras di DIY

Kisah Nur Hayadi, Nelayan Tradisional Sungai Progo yang Bertaruh Nyawa Demi Sesuap Nasi

Dengan jaring yang sudah dirangkai dengan batang bambu sepanjang lebih kurang 6 meter, dia terus membenamkan jaringnya untuk memperoleh ikan.

Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Nur Hayadi, seorang nelayan tradisional Sungai Progo 

"Kadang dapat sekilo, kadang dua kilo tapi pernah juga pulang tanpa hasil," tuturnya.

Hasil tangkapannya itu, menurut keterangannya, dia jual kepada tetangga maupun warga yang dijumpainya ketika pulang.

"Biasanya sekilo dijual Rp 25 ribu," tegasnya.

Saat ditemui, dirinya juga melancarkan aksinya yang dapat dibilang sangat membahayakan tersebut.

Terlihat dia membenamkan jaring yang sudah disambungkan dengan batang bambu tersebut hingga dasar sungai Progo, dan perlahan-lahan mengangkatnya.

Dia berdiri di batuan yang terletak persis di pinggiran Sungai Progo dan tanpa rasa takut ia terus mengulangi aktivitasnya tersebut.

Suasana pun menjadi sangat menegangkan, namun itu semua terhapus ketika ada ikan yang tersangkut di jaring yang diangkatnya.

Senyum lebar penuh rasa syukur nampak menghiasi muka lelaki berusia 60 tahun ini.

Seusai mencari ikan, dia sempat bercerita tentang pengalaman menegangkan yang dimilikinya.

Dia mengakui bahwa dulu dia pernah mendapatkan kesulitan di tengah aktivitasnya mencari ikan.

BREAKING NEWS : Tebing Setinggi 5 Meter di Kokap Kulon Progo Longsor, Jebol Rumah Warga

"Waktu itu pernah jaring yang digunakan tersangkut di batuan cadas. Saya lalu mengikat gagang jaring dan menyelam untuk melepaskan jaring dari batuan," katanya.

Itu semua dilakukannya di tengah arus Sungai Progo yang sangat deras.

Dia pun menceritakan tentang perubahan yang dialaminya sejak dari kecil hingga saat ini.

"Dulu waktu masih kecil, ikan di Sungai Progo sangat banyak. Tidak seperti saat ini, ikan semakin sulit didapatkan," katanya.

Dia menjelaskan, dulunya banyak orang yang mencari ikan dengan cara yang tidak benar.

"Ada yang menggunakan racun, ada yang memakai alat listrik, habis itu ikan jadi sulit untuk didapatkan. Namun, saat ini kondisi sudah berangsur membaik, sudah tidak banyak yang mencari ikan dengan cara-cara tersebut," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved