Cara Iran yang Diembargo Amerika Serikat Atasi Penyebaran Virus Corona
Hampir 50% pasien dengan virus corona di China telah sembuh dan bisa beraktivitas sedia kala. Dari data per Kamis (5/3/2020), sebanyak 50.692 pasien
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
Presiden Rowhani mengaku optimis bahwa Iran akan bisa melalui ini semua dengan kematian yang minimal dan periode waktu yang singkat berkat kemampuan doktor dan perawat.
Ia juga tak ingin menerima bantuan Amerika Serikat tanpa menyebutkan negara tersebut secara langsung.
Ini berkaitan dengan penawaran AS untuk membantu Iran menyelesaikan virus corona minggu lalu.
“Mereka tampil dengan topeng simpati ‘kami juga ingin membantu rakyat Iran’. Tapi kalau benar-benar ingin membantuk, angkat donk sanksi obat-obatan,” tambahnya lagi.
Ucapannya itu mengacu kepada perjanjian nuklir yang dikhianati oleh Donald Trump pada tahun 2018.
Saat itu, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi yang telah memukul ekonomi Iran.
Para pejabat AS mengatakan bahwa sanksi itu tidak berkaitan obat-obatan untuk Iran, tapi hal itu dibantah oleh Iran.
Virus ini bahkan telah menginfeksi sejumlah pejabat penting di negara tersebut.
Kepala Layanan Darurat Nasional, Pirhossein Kolivand adalah salah satu petinggi yang terkena virus itu.
Ia adalah korban ketiga.
Sementara, yang pertama adalah Mohammad Mirmohammadi, anggota Dewan Kemanusiaan yang memberi nasihat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Diketahui, dalam perjalanannya melawan virus corona, Mirmohammadi meninggal dunia.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi juga jatuh sakit karena COVID-19.
Pada Selasa (2/3/2020), Khamenei meminta tentara untuk membantu Kementerian Kesehatan memerangi virus tersebut.
“Apapun yang bisa membantu kesehatan publik dan mencegah penyebaran penyakit ini adalah baik dan jika tidak adalah dosa,” ujarnya saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-virus-corona.jpg)