Buah Bibir
Mengenal Mell Shaliha, Guru PAUD yang Terbitkan Novel Kesembilan
Menjalani profesi sebagai guru PAUD, tak menyurutkan langkah Mell Shaliha untuk produktif menulis.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Maruti Asmaul Husna Subagio
TRIBUNJOGJA.COM - Menjalani profesi sebagai guru PAUD, tak menyurutkan langkah Mell Shaliha untuk produktif menulis.
Perempuan yang memiliki nama asli Ermawati itu pada Februari lalu meluncurkan novel kesembilan yang ditulisnya.
Novel pertama Mell berjudul Xie Xie Ni De Ai (Diva Press) diterbitkan pada 2010.
Sementara, novel terbarunya berjudul A Thousand Promises (Tinta Medina, 2020).
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Novelnya yang lain di antaranya, Crying Winter (Diva Press, 2011), Love’s Direction (Sinar Kejora, 2012), Big Time Passion (Sinar Kejora, 2013), The Dream in Taipei City (Indiva Media Kreasi, 2014), Rumah 1000 Dongeng (Diva Press, 2014), Ekspedisi Cinta Gokil Si Daren (Sinar Kejora, 2012), A Simple Secret Love (Indiva Media Kreasi, 2019). Di samping itu, ada lima buku antologi yang telah ia torehkan.
Seperti kebanyakan novel yang telah ditulis lewat tangan dingin Mell Shaliha, A Thousand Promises berlatar tempat tidak hanya di Indonesia, namun banyak negara seperti Jepang, Palestina, dan benua Eropa.
Novel ini bercerita tentang janji-janji yang belum ditepati kepada seseorang.
“Saya mulai menulis novel ini pada pertengahan 2018 dan dikirim ke penerbit pada Maret 2019,” ujar wanita kelahiran Gunungkidul, 29 Januari 1984 itu.
Perempuan yang pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hongkong itu mengaku waktu menulis terbaik baginya ada saat pagi hari.
Sehari-hari Mell bekerja sebagai pengajar di sebuah PAUD di Gunungkidul.
Ketika ditanya mengapa memilih menulis novel, wanita yang menikah pada 2012 itu menjawab novel memberinya nafas panjang dalam bercerita.
• Bill Gates Merekomendasikan 5 Buku Ini untuk Dibaca di Tahun 2020
Novel tidak memiliki batasan dalam menampung imajinasinya yang sering kali muncul.
Selain itu, kebanyakan novelnya bercerita tentang kehidupan remaja.
“Saya ingin memberi motivasi secara halus kepada para remaja. Saya berharap remaja saat ini bisa hidup dengan gigih seperti remaja di zaman saya dulu,” ujar penggemar buku dan film itu.
Dalam proses kreatif menulis novel terbarunya, Mell menjelaskan bahwa ia juga melakukan wawancara dan riset terhadap teman-temannya yang tinggal di Eropa.
Selain itu, ia juga memasukkan beberapa isu dari berita-berita yang ia saksikan di media ke dalam novel.
Saat ini, Mell sedang dalam proses penulisan novelnya yang ke sepuluh. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-mell-shaliha-guru-paud-yang-terbitkan-novel-kesembilan.jpg)