Kota Yogyakarta

Festival Anak Mengajar Yogyakarta Jadi Wadah Kembangkan Bakat Anak

Seorang bocah berusia enam tahun menunjukkan kebolehannya menjadi Da'i cilik dalam Festival Anak Yogyakarta Mengajar di Balaikota Yogyakarta, Minggu (

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Anak Yogyakarta Mengajar di Balaikota Yogyakarta, Minggu (01/03/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang bocah berusia enam tahun menunjukkan kebolehannya menjadi Da'i cilik dalam Festival Anak Yogyakarta Mengajar di Balaikota Yogyakarta, Minggu (01/03/2020).

Ialah Rasya Yoga Pratama. Dengan suaranya yang kecil, ia memegang mikrofon. Ia juga menyiapkan beberapa alat peraga dari styrofoam.

Dengan gayanya yang lucu, ia menyindir orang dewasa yang sibuk dengan handphonenya, dan meninggalkan sholat.

"Prihatin, jarang membaca Alquran, senengnya lihat youtube. Tidak mau datang pengajian lihat Youtube terus. Ya gimana bawaanya handphone terus," katanya sambil menunjukkan alat peraga, Minggu (01/02/2020).

Wali Kota Magelang: Kalau Sertifikasi Cair, Jangan Lupa Mengajar!

Tak hanya itu, Rasya juga menyindir orangtua untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.

Menurut dia, anak juga memerlukan contoh dari orangtuanya.

"Nak mbok jangan main handphone terus. Tetapi masih main handphone. Nak mbok jangan merokok, tidak baik untuk kesehatan. Tetapi bapak masih merokok, iya tidak pak?"katanya mengundang tawar penonton lain.

Rasya memang percaya diri, sama sekali tidak ada rasa takut yang ditunjukkan.

Rupanya Rasya memiliki bakat menjadi Dai sejak umur empat tahun.

Ayah Rasya, Ribit Kawisto (30) mengatakan Festival Anak Yogyakarta mengajar merupakan kegiatan yang positif.

Dengan adanya kegiatan tersebut, anak-anak di Kota Yogyakarta bisa berkreasi dan mengembangkan bakat mereka.

Festival tersebut juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri.

"Rasya memang sering ikut lomba, supaya melatih rasa percaya diri. Festival ini bagus, karena menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri. Sangat bagus untuk perkembangan anak. Orangtua juga bisa mendukung supaya anaknya berprestasi," katanya.

Pengalaman Mengajar Guru dan Dosen, Simak di Buku Mendidik Dengan Hati

Sementara itu, Ketua Anak Yogyakarta Mengajar Tahun 2019/2020, Muhammad Shafy Fahrurrozi menambahkan selama ini anak-anak memiliki bakat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved