Gunungkidul

Uji Coba Tanam Padi ZR, Petani Bisa Panen Lebih Cepat

Padi jenis ZR ini tergolong berumur pendek dan bisa dibudidayakan di lahan kering.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Hasil panen padi jenis ZR di Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul belum lama ini melakukan uji coba penanaman padi inbrida varietas baru jenis ZR.

Hasil panen dari uji coba tersebut pun terbilang memuaskan.

Salah satu lokasi untuk penanaman padi ZR tersebut berada di Desa Karangrejek, Wonosari.

Penanaman dilakukan oleh Kelompok Tani Tirto Sari.

Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan uji coba penanaman dilakukan di lahan seluas 15 hektar.

Bukti Sejarah, Monumen Gerilya Pangsar Sudirman Akan Didirikan di Bedoyo Gunungkidul

"8 hektar di antaranya saat ini sudah panen," kata Bambang, Kamis (27/02/2020).

Menurut Bambang, padi jenis ZR ini tergolong berumur pendek dan bisa dibudidayakan di lahan kering.

Artinya masa panen bisa dilakukan lebih cepat dibanding jenis padi umumnya.

Hal tersebut rupanya turut dirasakan oleh Wahyudi, salah satu petani.

Ia mengatakan panen padi memang lebih cepat, yaitu sekitar 70 hari sejak penanaman dilakukan.

Hasil ubinan padi ZR sendiri bisa mencapai 3,72 kg atau setara 51,19 kuintal gabah kering giling per hektar.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Hasil ini terbilang bagus untuk keuntungan dari lahan kering.

"Panen padi saya lakukan di lahan seluas 1,300 meter persegi," jelas Wahyudi.

Hal serupa juga dirasakan oleh Supono, petani lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved