Siswa SMP di Sleman Hanyut

BREAKING NEWS : Polda DIY Resmi Tahan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi yang Telah Jadi Tersangka

Polda DIY telah melakukan penahanan terhadap tersangka atas kelalaiannya menimbulkan korban jiwa.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ SAnto Ari
Polda DIY menyerahkan jenazah korban susur sungai yang ditemukan Minggu (23/2/2020) 

Polda DIY juga telah resmi menyerahkan dua jenazah korban susur sungai Sempor di RS Bhayangkara.

Dua korban terakhir tersebut ditemukan pada Minggu (23/2/2020).

Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan untuk kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polda DIY menyerahkan jenazah korban susur sungai yang ditemukan Minggu (23/2/2020)
Polda DIY menyerahkan jenazah korban susur sungai yang ditemukan Minggu (23/2/2020) (Tribun Jogja/ Santo Ari)

Wakapolda DIY, Brigjen Pol Karyoto, menjelaskan bahwa ditemukannya dua korban terakhir ini dan seluruh korban lainya adalah berkat kerja keras semua pihak baik Basarnas, SAR, relawan, Polri-TNI.

Pihak kepolisian pun akan fokus pada pengusutan kasus yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal.

Ayah Belum Sempat Belikan Hadiah Ulang Tahun untuk Yasinta

Kisah Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi : Yasinta Bunga, Anak Semata Wayang yang Fasih Baca Alquran

Terpisah, Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana menuturkan bahwa kegiatan siswa-siswi SMPN 1 Turi adalah kegiatan pramuka yaitu menyusuri sungai dalam rangka pengenalan alam, bukan kegiatan susur sungai dalam pengertian atau tujuan mitigasi bencana.

"Susur Sungai dalam konteks penanggulangan bencana atau mitigasi bencana harus dilakukan oleh peserta yg sudah dewasa, yang mempunyai kemampuan pengamanan di air, dilengkapi dg APD (Alat Pengaman Diri) dan alat lain yg dibutuhkan," paparnya.

Korban Selamat Susur Sungai Sempor
Korban Selamat Susur Sungai Sempor (Tribunjogja.com)

Menurutnya, kegiatan pengenalan alam pada dasarnya baik dan tetap bisa dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan seperti cuaca, potensi ancaman.

"Pahami risiko dari kegiatan tersebut untuk diantisipasi, dan ada pendamping yang kompeten," terangnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved