3 Seleb Muda yang Meninggal Serangan Jantung : Dari Ashraf, Cecep Reza Hingga Mike Mohede

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa pun termasuk mereka yang berusia muda dan tampak sehat. Setidaknya ada 3 seleb muda yang meninggal karenanya

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Kolase
Ashraf Sinclair, Cecep Reza dan Mike Mohede, ketiganya meninggal di usia muda akibat serangan jantung 

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa pun termasuk mereka yang berusia muda dan tampak sehat. Setidaknya ada 3 seleb muda yang meninggal karena serangan jantung.

Di antaranya Ashraf Sinclair, Cecep Reza dan Mike Mohede.

1. Ashraf Sinclair

Ashraf Sinclair Suami BCL
Ashraf Sinclair Suami BCL (Kompas.com)

Ashraf Sinclair (40), suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020) dini hari.

Ashraf Sinclair meninggal dunia pada pukul 04.51 WIB.

Adapun Ashraf Sinclair mengembuskan napas terakhir dalam usia 40 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Hal ini dibenarkan oleh Manajer BCL, Doddy.

Menurut Doddy, manajer BCL, Ashraf mengembuskan napas terakhir pada Selasa dini hari tadi.

"Benar (meninggal dunia), tadi pagi," kata Doddy kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa pagi.

Dari informasi yang dihimpun, Ashraf mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 40 tahun pada pukul 04.51 WIB.

Doddy mengatakan, Ashraf meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

"Serangan jantung," katanya. Ashraf Sinclair lahir di London, Inggris, pada 18 September 1979.

Ia memiliki nama lengkap Ashraf Danil Mohammed Sinclair.

Adik dari model Aishah Sinclair ini mulai dikenal luas sejak berperan dalam film Gol dan Gincu (2005).
Ashraf kemudian menikah dengan BCL pada 8 November 2008 di Masjid Al Bina Senayan, Jakarta.

Mereka dikaruniai seorang putra bernama Noah Sinclair.

Ia kemudian melanjutkan karier aktingnya di Indonesia dengan membintangi film Saus Kacang (2008).

Ashraf juga aktif berperan dalam sejumlah sinetron dan FTV.

Total sudah 13 judul sinetron yang ia bintangi sejak 2008 hingga 2020.

Di antaranya Cinta dan Anugrah, Catatan Hati Seorang Istri, Cinta yang Hilang, Dewi, dan lainnya.

2. Cecep Reza

Cecep Reza.
Cecep Reza. (www.instagram.com/cecepreza_)

Artis peran Cecep Reza ditemukan tak bernyawa oleh keluarganya saat sedang tidur di kediamannya pada Selasa (19/11/2019) siang.

Cecep Reza meninggal dunia di usia 31 tahun.

Menurut cerita dari adik, Rizky, Cecep yang tak bisa dibangunkan oleh putrinya ternyata sudah meninggal dunia.

Diketahui, baru satu minggu yang lalu Cecep melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya.

Keluarga pun meyakini bahwa pemeran Bom Bom dalam sinetron Bidadari itu meninggal karena serangan jantung.

Pemasangan cincin (ring) atau dikenal juga dengan stent merupakan metode pengobatan yang umum dilakukan untuk pasien jantung koroner.

Stent berfungsi untuk menopang pembuluh darah agar tetap lebar, sehingga aliran darah lancar atau tidak tersumbat.

3. Mike Mohede

Mike Mohede
Mike Mohede (IST)

Penyanyi Mike Mohede meninggal dunia pada usia 33 tahun, Minggu (31/7/2016).

Pria kelahiran 7 November 1983 ini mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

Mike sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di Bintaro.

Kabar ini sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan artis Mike lantaran ia meninggal secara mendadak.

Mengenal jantung koroner

Belajar dari 3 kasus serangan jantung tersebut, yuk kenali penyakit jantung koroner yang kini bnyak menjangkiti anak muda.

Dalam dunia medis diketahui bahwa jantung memiliki beberapa jenis pembuluh, diantaranya yang paling penting adalah arteri koroner.

Pada arteri ini terdapat sirkulasi darah kaya oksigen ke semua organ dalam tubuh, termasuk jantung.

Bila arteri ini tersumbat atau menyempit, aliran darah ke jantung bisa turun secara signifikan atau berhenti sama sekali. Hal ini bisa menyebabkan serangan jantung.

Serangan jantung karena jantung koroner, kini tak hanya menyerang pada generasi usia lanjut.

Penyakit ini bahkan telah menyerangm mereka yang masih berada pada usia produktif.

Berikut ini gejala yang muncul akibat serangan jantung:

1. Nyeri dada.

Bagian ini biasanya terasa seperti ditekan atau diremas pada dada sebelah kiri.

2. Tidak nyaman di bagian tubuh atas.

Merasakan sakit pada salah satu atau kedua lengan, punggung, bahu, leher, rahang, atau bagian atas perut (di atas pusar). Rasa tidak nyaman tersebut berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang dan kembali lagi.

Kadang disertai dengan rasa gelisah dan detak jantung cepat.

3. Sesak napas.

Biasanya jika ini terjadi maka tubuh akan mengeluarkan keringat dingin, kepala terasa pusing, dan tubuh terasa lemas.

4. Gejala lain.

Pada beberapa orang muncul gejala lainnya seperti batuk, mual, muntah sering terjadi pada wanita.

Penyebab jantung koroner

Penyakit ini biasanya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu ada juga faktor keturunan dimana keluarga ada yang menderita penyakit jantung.

Pada kondisi jantung koroner, penumpukan plak terbentuk di arteri. Kemudian pada suatu saat plak ini akan robek dan terlepas.

Bila robekan atau bongkahan plak yang terlepas ini cukup besar dan terbawa aliran darah ke arteri koroner, plak ini bisa mengakibatkan sumbatan.

Arteri koroner membawa oksigen untuk otot-otot jantung.

Bila aliran arteri ini tersumbat, oksigen tidak dapat mencapai otot jantung, dan otot jantung pun dapat mati bila dibiarkan lama tanpa oksigen.

Esti Nurjadi selaku ketua umum Yayasan Jantung Indonesia memaparkan bahwa saat ini pihaknya tengah mencoba untuk melakukan penyuluhan untuk pencegahan penyakit jantung koroner di masyarakat.

“Ada yang 40 tahun, 30 tahun. Maka dari itu, yang harus kita lakukan adalah awareness pencegahan,” Esti saat ditemui di kantor pusat Yayasan Jantung Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Bahkan, penyakit jantung yang menyerang kaum muda adalah jantung koroner yang biasanya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat.

“Untuk itu kita berusaha memberikan awareness lifestyle yang baik pada generasi semuda mungkin. Jadi saya mencoba untuk mengganti target, saat ini sasarnya ke millenial,” kata Esti.

Nantinya, YJI akan menyasar pada anak-anak dan remaja agar terbiasa menjalani gaya hidup sehat.

“Jadi pada waktunya nanti mereka sudah tidak perlu mengurangi minum soda misalnya, atau menghindari rokok. Mereka tidak akan sentuh itu karena sejak kecil sudah terbiasa menghindari hal hal itu, GGL - gula, garam, lemak dihindari, rajin berolahraga, rajin periksakan kesehatan ke dokter,” kata Esti lagi.

Langkah penyuluhan dan pencegahan pun telah dilakukan di sekolah-sekolah dan juga komunitas dimana terdapat kaum muda berkumpul.

“Kita tidak bisa fokus di lansia saja, atau generasi yang sudah terkena. Kita harus fokus dengan pencegahan,” ucap Esti.

Perbedaan gejala serangan jantung pada pria dan wanita

Bicara mengenai serangan jantung, banyak yang meyakini penderita pria mengalami sakit pada bagian dada.

Sementara, gejala pada wanita cenderung lebih samar seperti sakit punggung atau masalah pencernaan.

Namun, sebuah riset terbaru dari Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa faktanya adalah sebaliknya.

Studi tersebut mempelajari gejala dari 1.914 pasien unit gawat darurat Royal Infirmary of Edinburgh di Skotlandia untuk sindrom koroner akut.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), sindrom koroner akut adalah situasi di mana suplai darah ke otot jantung mendadak tersumbat.

Dari total partisipan, (39 persen merupakan wanita) 90 orang di antaranya resmi didiagnosa dengan serangan jantung NSTEMI, atau jenis serangan jantung yang terjadi ketika ada sumbatan parsial pada arteri koroner.

Para peneliti membagi gejala serangan jantung menjadi dua kategori, yakni tipikal atau atipikal.

Sakit tipikal termasuk sensasi nyeri pada dada, lengan atau rahang yang terasa tumpul, berat, kencang, atau sensasi seperti ditekan atau diremas.

Selain itu, rasa sakit pada lengan kanan atau kiri, leher, rahang, punggung, atau muntah, berkeringat, nafas memendek, atau jantung berdebar juga dianggap merupakan kategori tipikal.

Sementara kategori atipikal termasuk nyeri ulu hati, sakit punggung, sensasi seperti terbakar atau ditusuk, atau masalah pencernaan.

Penemuan mereka, sakit pada dada adalah gejala paling umum yang terjadi pada kedua gender yang mengalami serangan jantung. Hal ini dikeluhkan oleh 93 persen partisipan.

Temuan ini berbeda dengan keyakinan orang pada umumnya di mana pria dianggap kerap mengalami serangan jantung gejala atipikal lebih sering daripada wanita.

Wanita lebih banyak mengalami gejala tipikal, seperti mual (sebanyak 34 persen dan pria hanya 22 persen), sakit hingga area rahang (sebanyak 28 persen dan pria hanya 20 persen) dan sakit punggung (sebanyak 31 persen dan pria 17 persen).

Kedua gender memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalami rasa sakit yang menjalar ke lengan kiri, dengan 36 persen wanita dan 31 persen pria melaporkannya.

Menurut penulis studi utama dan perawat penelitian kardiologi di University of Edinburgh, Amy Ferry, ada tiga hal yang membedakan penelitian ini dengan studi sebelumnya.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pria lebih mungkin mengalami gejala serangan jantung "khas".

Pertama, diagnosis serangan jantung dalam penelitian didasarkan pada pedoman klinis terbaru.

Di bawah pedoman sebelumnya, hanya 1:3 wanita yang diakui mengalami serangan jantung, yang artinya banyak diagnosis serangan jantung pada wanita benar-benar terlewatkan di bawah pedoman lama itu

Kedua, Ferry dan rekan-rekannya hanya menggunakan gejala yang dilaporkan pasien sebelum mereka secara resmi didiagnosis dengan serangan jantung, dan tidak mengumpulkan data dari ulasan grafik medis.

"Ini memastikan bahwa gejala dicatat seperti yang dijelaskan pasien, dan tidak ditafsirkan oleh klinisi penilai atau diterjemahkan ke dalam terminologi medis ketika dimasukkan ke dalam catatan medis," kata Ferry.

Ini menunjukkan gejala yang digambarkan oleh pasien tidak dipengaruhi oleh diagnosa. Ketiga, studi ini termasuk "populasi luas" pasien dengan dugaan serangan jantung. "Studi yang mengandalkan populasi serangan jantung yang dikonfirmasi berisiko tidak termasuk banyak presentasi gejala," kata Ferry.

Meski begitu, temuan ini tidak mengatakan jika ada gejala di luar deskripsi temuan ini, maka tidak disebut serangan jantung.

Menurut Ferry, gejala paling umum adalah sakit dada, namun rasa sakit juga bisa dirasakan di lengan, leher, punggung, maupun rahang.

Beberapa pasien bahkan mengalami mual, muntah, berkeringat, nafas memendek, atau jantung berdebar.

"Beberapa pasien mungkin mengalaminya tanpa gejala rasa sakit," kata dia.

Nyeri dada masih tetap merupakan gejala serangan jantung paling umum untuk wanita dan pria.

Namun, 41 persen pria dan 23 persen wanita masih mengalami gejala atipikal seperti mulas, nyeri punggung, atau nyeri yang membakar atau menusuk.

Dengan kata lain, meskipun itu bukan gejala yang paling umum, masih ada persentase yang cukup besar dan kita tidak boleh mengabaikannya.

Bahkan jika pun kita tidak mengalami nyeri dada yang menusuk. Maka, jika mengalami salah satu gejala di atas, segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit. (*Tribun Jogja / TribunNews / kompas)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved