Kulon Progo
Banyak Permasalahan di Pasar Hewan Terpadu, Pemkab Kulon Progo Tidak Lepas Tangan
Berbagai macam upaya sudah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan untuk mengatasi permasalahan yang muncul setelah relokasi dilaksanakan.
Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Relokasi yang dilakukan kepada pedagang Burung di kawasan Gawok menuju Pasar Hewan Terpadu Pengasih, ternyata terus mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.
Berbagai macam upaya sudah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan untuk mengatasi permasalahan yang muncul setelah relokasi dilaksanakan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kulon Progo, M Aris Nugroho, Senin (17/2/2020) mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya mengenai akses transportasi umum.
• Menikmati Panorama Alam Kulon Progo dengan Bersepeda, Susur Selokan Kalibawang
Minimnya transportasi umum menuju pasar hewan terpadu ini memang menjadi permasalahan yang cukup mendasar sejak awal relokasi dilaksanakan.
"Sudah ada koordinasi dengan organda yang dilakukan oleh OPD terkait. Hasilnya angkutan umum yang ada, misalnya jalur Wates-Sentolo , bersedia mengantar pedagang maupun pengunjung yang akan ke pasar burung," katanya.
Selain itu, guna menarik perhatian Masyarakat untuk meramaikan pasar hewan terpadu ini, Aris mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan event-event sesering mungkin.
"Event terdekat akan dilaksanakan 23 Maret mendatang. Akan diselenggarakan kontes kambing PE, bekerjasama dengan paguyuban peternakan ngopi bareng," katanya.
Selain itu, dirinya juga membeberkan beberapa agenda lain yang sudah terjadwal dalam rangka menarik perhatian pengunjung ke Pasar hewan terpadu ini.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Agenda-agenda tersebut antara lain terdiri dari lomba burung berkicau tingkat Nasional, kontes ternak dan lain sebagainya, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, menurut Kepala Dispertan, M Aris Nugroho, pemindahan pasar burung Gawok ini dilatari upaya penataan kota Wates dan hadirnya program strategis pembangunan pasar hewan terpadu dalam rangka peningkatan perekonomian dan pengentasan kemiskinan.
Selain itu, lokasi lama pasar burung di kawasan Gowok, dinilai kurang representatif serta kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas ketika hari pasaran Wage.
Ada sekitar 69 orang pedagang burung, 172 pedagang klitikan, 72 orang pedagang ayam, dan 9 orang pedagang rumput yang turut dalam program relokasi menuju pasar hewan terpadu Pengasih, November silam. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)