Pasokan Bawang Putih di Gununkidul Menurun, Disperindang Bergantung Pasokan dari Luar Daerah
Disperindag Gunungkidul pun sampai saat ini masih bergantung dan menunggu bagaimana kebijakan dari tingkat DIY terkait masalah ini.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menurunnya pasokan bawang putih di wilayah Gunungkidul menyebabkan harga bahan pokok tersebut masih tinggi hingga saat ini.
Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, mengatakan bahwa selama ini pihaknya bergantung pada pasokan bawang putih dari luar wilayah.
"Stok lokal kita untuk bawang putih tidak memenuhi. Biasanya mengandalkan stok dari DIY dan Jawa Tengah," kata Virgilio dihubungi pada Minggu (16/02/2020).
• Harga Bawang Putih Impor di Gunungkidul Masih Tinggi
Lebih rinci, Virgilio mengatakan pasokan bawang putih di Gunungkidul secara rutin dipenuhi dari DIY, Muntilan, dan Solo. Bawang putih juga didapat dari wilayah lainnya di Jawa Tengah.
Lantaran hal tersebut, Disperindag Gunungkidul pun sampai saat ini masih bergantung dan menunggu bagaimana kebijakan dari tingkat DIY terkait masalah ini.
"Apalagi DIY memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), jadi kami menunggu kebijakan dari sana," ujar Virgilio.
• Persiapan Pilkada, DPD Golkar Gunungkidul Dekati PAN dan PDI-P
Selain itu, pihaknya berharap ada kebijakan secara nasional untuk mendistribusikan stok bawang putih ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Menurut Virgilio, kebijakan ini bisa membantu menstabilkan harga bawang putih yang melonjak, termasuk di Gunungkidul.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kerap-jadi-bumbu-dapur-bawang-putih-berkhasiat-cegah-parkinson-dan-alzheimer.jpg)