Harga Bawang Putih Impor di Gunungkidul Masih Tinggi

Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, melaporkan harga bawang putih masih stabil tinggi di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Stok bawang putih impor jenis cincau di Pasar Ngawu, Playen, Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Harga bawang putih impor di Gunungkidul terpantau masih melambung tinggi.

Hal tersebut diketahui dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul.

Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, melaporkan harga bawang putih masih stabil tinggi di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

"Bawang putih cincau masih di harga Rp 60 ribu per kilo, untuk jenis kating lebih mahal lagi di harga Rp 70 ribu per kilo," kata Virgilio dihubungi pada Minggu (16/02/2020).

Virgilio mengakui adanya penurunan suplai bawang putih impor.

Sedangkan permintaan masih stabil sehingga menyebabkan harga menjadi tinggi.

Ia pun menyebut isu Virus Corona yang begitu kencang turut berdampak signifikan pada permasalahan pasokan dan harga bawang putih di Gunungkidul.

"Isu Corona berdampak secara ekonomi, terutama bawang putih yang masih diimpor dari Tiongkok," jelas Virgilio.

Lonjakan harga bawang putih sudah dirasakan warga sejak beberapa minggu lalu.

Tak hanya pembeli, pedagang pun turut resah dengan kenaikan harga tersebut.

Sunarti, pedagang sayur di Pasar Argosari Wonosari mengatakan harga bawang putih bahkan mengalami kenaikan secara terus-menerus.

"Sebelumnya masih Rp 40 ribu per kilo, selanjutnya naik terus sampai di harga Rp 60 ribu per kilonya sekarang," kata Sunarti pada Tribun Jogja awal Februari lalu.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved