Gunung Merapi Meletus

Erupsi Merapi, Hujan Abu Tipis Terpantau di Sejumlah Tempat

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan saat dikonfirmasi mengatakan erupsi Merapi terjadi sekitar pukul 05.16 dengan tingg

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, letusan eksplosif Merapi yang kembali terjadi pada Kamis (13/2) pagi sekira pukul 05.16 WIB tercatat di seismograf dengan amplitudo 75 mm dengan durasi 150 detik. 

"Sehingga kemungkinan aliran lahar tidak sampai meluap ke luar badan sungai atau menimbulkan banjir," terangnya.

Jangkauan aliran material lahar diperkirakan hanya sejauh 9 kilometer dari puncak.

Radius aliran itu jauh dari kawasan perkotaan yang jaraknya lebih dari 20 kilometer.

Aliran lahar diperhitungkan tidak akan menjangkau kawasan pemukiman warga di lereng Merapi.

Pasca-erupsi 2010, penduduk yang bermukim di bantaran sungai sudah dipindah ke lokasi yang aman.

Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta tetap waspada. Karena potensi banjir tidak hanya disebabkan material lahar, namun juga bisa disebabkan luapan air hujan.

Ia pun meminta agar warga yang tinggal di pemukiman kota untuk memperbanyak sumur resapan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved