Yogyakarta

Kantor Imigrasi Yogyakarta Hentikan Sementara Bebas Visa Kunjungan bagi Warga Negara RRT

Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunju

Kantor Imigrasi Yogyakarta Hentikan Sementara Bebas Visa Kunjungan bagi Warga Negara RRT
tribunjogja/tantowi alwi
Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan penyebaran Virus Corona (2019-nCoV) sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC).

Hal ini telah membuat beberapa negara melakukan pembatasan terhadap pergerakan manusia, terutama warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), untuk masuk ke wilayah negaranya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta serius dalam menangani penyebaran Virus Corona sesuai dengan kepentingan nasional yang lebih luas dan juga sealur dengan arahan-arahan WHO.

Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival) dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi Warga Negara RRT.

Dinkes Pastikan Tak Ada Warga Kulon Progo yang Ikut di Masa Observasi Terkait Corona Virus di Natuna

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Yusup Umardani mengatakan ada beberapa poin penting yang diatur dalam Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020.

Permenkumham tersebut berlaku sampai 29 Februari 2020 dan akan dievaluasi kembali.

"Pemerintah menghentikan sementara fasilitas Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival) bagi semua warga negara yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah Republik Rakyat Tiongkok dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2020).

Permohonan Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas (VITAS), dan VITAS On Arrival oleh orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum permohonan diajukan akan ditolak.

Dukungan Buat Warga Wuhan Melawan Virus Corona Ala Polisi Sorolangun, Nyanyikan Jiayou Wuhan

Bagi pemegang Kartu pebisnis APEC, Izin Tinggal Terbatas, dan Izin Tinggal Tetap yang memiliki izin masuk kembali yang pernah tinggal dan atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia tidak akan diberikan izin masuk.

Bagi Pemegang Izin tinggal dinas dan atau diplomatik yang pernah tinggal dan atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia tidak akan diberikan izin masuk.

Sementara itu, bagi Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok yang tidak dapat kembali ke negaranya dikarenakan adanya wabah Virus Corona dan tidak adanya alat angkut yang membawa keluar wilayah Negara Republik Indonesia akan diberikan izin tinggal keadaan terpaksa dengan tarif Rp 0 dengan jangka waktu 30 hari.

"Bagi pemegang Izin Tinggal Kunjungan atau Izin Tinggal Terbatas yang Izin Tinggalnya masih berlaku dan dapat diperpanjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, kepadanya tidak dapat diberikan Izin
Tinggal Keadaan Terpaksa," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved