Yogyakarta

Dinas PUP-ESDM DIY Anggarkan Rp 300 Juta untuk Basic Design Gedung Baru DPRD DIY

Arief Azazi Zain menuturkan, pihaknya akan mencoba semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan Ngarsa Dalem itu.

Dinas PUP-ESDM DIY Anggarkan Rp 300 Juta untuk Basic Design Gedung Baru DPRD DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY siap merealisasikan amanat Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk mewujudkan gedung baru DPRD DIY, yang berbeda dari perkantoran pada umumnya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY, Arief Azazi Zain menuturkan, pihaknya akan mencoba semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan Ngarsa Dalem itu.

Ia berharap, gedung anyar di Lapangan Kenari nanti, benar-benar bisa merepresentasikan wakil rakyat.

Resmi, Gedung Baru DPRD DIY Akan Dibangun di Lapangan Kenari

"Yang jelas dari sisi layout-nya, di depan itu harus ada plataran yang cukup, supaya orang bisa melihat jelas bentuk bangunannya. Sosoknya harus representatif, menjadi landmark ya, bahwa ini gedung DPRD DIY," tuturnya, saat dikonfirmasi, Kamis (6/2/2020).

"Kita coba terjemahkan konsep dan bentuk bangunan, termasuk arsitertur khas Yogyakartanya seperti apa, terus karakternya bagaimana, nanti akan coba kita rumuskan terlebih dahulu," tambah Arief.

Untuk saat ini, Dinas PUP-ESDM DIY masih fokus pada proses penyusunan konsep perencanaannya, dengan menggandeng konsultan, yang segera dilelangkan.

Setelah konsep tertuang, maka master plan, serta basic design-nya pun dapat segera disusun.

Gedung DPRD DIY Akan Pindah dari Malioboro

"Kami hitung sekitar 3-4 bulan lah, kami jadwalkan di bulan ke enam basic design ini sudah selesai. Nanti, setelah itu proses DED kami usulkan lagi ya, paling cepat enam bulan juga," terangnya.

Pihaknya pun telah menganggarkan Rp 300 juta untuk penyelesaian master plan dan basic design tersebut. 

Ia menjelaskan, di dalamnya nanti akan tertuang bentuk ruangan dan sebagainya, yang akan dipresentasikan di hadapan Gubernur, serta pimpinan legislatif.

"Rp 300 juta itu belum sampai DED ya, lebih ke kajian dan bentuk bangunannya seperti apa. Kalau sudah acc baru konsultan yang mengerjakan DED. Nah, itu belum dianggarkan, nanti di perubahan. Tapi estimasi kami sekitar Rp 750 juta lah," katanya.

Lebih lanjut, Arief memastikan menutup kemungkinan penyelenggaraan sayembara dalam rangka mencari desain terbaik untuk gedung baru DPRD DIY ini. Ia, menilai, langkah tersebut kurang efektif, lantaran membutuhkan tenggat waktu yang terlalu lama.

"Kalau sayembara dari sisi waktu tak memungkinkan ya, nanti kita usulkan saja beberapa desain, lalu kami presentasikan. Jadi, tidak hanya satu, ada dua atau tiga , supaya ada alternatif membuka wawasan, serta memunculkan diskusi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved