Sleman

Perlu Pemasangan CCTV di Lokasi Rawan

Terkait meningkatnya kejahatan jalanan, Kriminolog dari UGM, Suprapto mengungkapkan tingkat efektivitas CCTV yang ada saat ini masih lemah karena belu

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
sosttoday.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Closed circuit television (CCTV) masih dinilai ampuh untuk melacak keberadaan pelaku kejahatan yang terekam.

Namun sejauh ini CCTV hanya di pasang di titik tertentu dan belum menyakup seluruh wilayah.

Terkait meningkatnya kejahatan jalanan, Kriminolog dari UGM, Suprapto mengungkapkan tingkat efektivitas CCTV yang ada saat ini masih lemah karena belum bisa digunakan untuk mengidentifikasi wajah pelaku.

Hasil rekaman kamera pun sering kali tidak jelas.

"CCTV perlu dipasang di tempat yang dianggap rawan agar perilaku mereka (pelaku) bisa terpantau," ujarnya Rabu (5/2/2020).

Simpang Gedongkuning dan Bausasran Bakal Dipasang CCTV

Ia pun menilai pemasangan CCTV sebaiknya dilakukan di titik yang tersembunyi.

Jika alat itu terlihat jelas, dimungkinkan para pelaku kejahatan bisa menghindari lokasi tersebut bahkan merusak kamera yang dipasang.

"Harus dipikirkan bagaimana cara memasang CCTV agar bisa mengidentifikasi pelaku, setidaknya ciri-cirinya. Karena jika hanya melihat plat nomer saja, sangat mungkin dipalsukan terlebih pelaku beraksi dengan naik motor dan mengenakan helm sehingga wajah tidak mudah terlihat," jelasnya.

Jalan Kabupaten memiliki riwayat kejadian kekerasan jalanan atau saat ini sering disebut dengan klitih.

Meski demikian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Eka Suryo Prihantoro mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum memiliki rencana memasang CCTV di lokasi tersebut.

Ia menjelaskan, penempatan CCTV di suatu titik membutuhkan jalur fiber optic dan catu daya.

Piranti fiber optic ini tidak hanya berfungsi untuk mendukung operasi CCTV namun juga data internet.

Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan, Dishub Pasang Layanan Wifi dan CCTV di Terminal Semin

Ia mengungkapkan pengadaan fiber optic sendiri akan dilakukan secara bertahap di beberapa titik unit pelaksana teknis seperti puskesmas, desa, dan fasilitas publik lainnya.

Sedangkan pengadaan catu daya, pihaknya bekerjasama dengan instansi pengampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di lokasi itu.

"Kami rencana akan memasang CCTV di titik yang sudah ada jalur kabel fiber opticnya. Tapi titik-titiknya belum fix, masih menunggu koordinasi dengan Polres dulu," imbuhnya.

Sejauh ini, Pemkab Sleman baru memasang CCTV pada 18 titik di jalan untuk memantau kondisi lalu lintas. Jumlah kamera pengintai yang dipasang sebanyak 31 unit.

Selain itu, CCTV juga ditempatkan di kantor organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak 99 unit yang berfungsi untuk pemantauan gedung, serta 38 unit terpasang di ruang layanan publik OPD.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved