Yogyakarta
MOMEN BERSEJARAH, Lokomotif Uap D1410 Akan Dikirim ke Solo setelah Direstorasi di Balai Yasa Yogya
Rencananya, lokomotif uap ini akan mendampingi lokomotif yang sudah ada di Purwosari untuk menjadi KA Wisata Jaladara.
Penulis: Ari Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah selesai menjalani proses restorasi di Balai Yasa Yogyakarta, lokomotif uap D1410 akan dikirim ke Solo.
Rencananya, lokomotif uap ini akan mendampingi lokomotif yang sudah ada di Purwosari untuk menjadi KA Wisata Jaladara.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, pengiriman lokomotif uap ini tentu menjadi hal yang menggembirakan setelah tuntasnya proses restorasi.
"Dan juga, bisa menjadi momen yang dikatakan bersejarah mengingat jalur rel Yogya-Solo, yang kini sudah jalur ganda, sudah puluhan tahun tak dilintasi lokomotif uap. Dulu jenis rel kecil, R33, kini sudah rel besar yakni R54. Tentunya menjadi momen yang bersejarah," katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (5/2/2020) melalui sambungan telepon.
Eko mengungkapkan, rencananya lokomotif ini akan dikirim pada Kamis (6/2/2020) dari stasiun Lempuyangan menuju ke stasiun Purwosari.
"Yang istimewa, rencananya, lokomotif ini berjalan sendiri. Ini mungkin sekaligus sebagai in reyen (ujicoba) langsung dari Yogya ke Solo. Nanti ada satu unit Track Motor Car (TMC) yang mengawal," paparnya.
Atas rencana perjalanan ini, Eko meminta masyarakat yang antusias untuk melihat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan.
"Terutama untuk mereka yang suka selfie. Jangan berdiri di tengah rel," ungkapnya.
Setibanya di Solo, lanjut Eko, direncanakan loko ini akan beroperasi mendampingi lokomotif yang sudah ada, sebagai KA Wisata Jaladara.
Sebelumnya, lokomotif uap D1410 merupakan satu koleksi Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah. Lokomotif ini kemudian dibawa ke Purwosari, kemudian masuk Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani restorasi.
Pada awal November 2019 lokomotif ini menjalani ujicoba di jalur tes Balai Yasa.
• Balai Yasa Yogyakarta Sukses Hidupkan Kembali Lokomotif Uap D1410
ujicoba pada awal pekan kemarin tersebut tergolong sukses.
Tak ada hambatan berarti, dan lokomotif yang sempat menghuni Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil hidup dan bergerak kembali.
"Dari data kami, lokomotif ini buatan sekitar tahun 1921 oleh pabrikan Hanomag dari Jerman sementara sasisnya buatan Werkspoor dari Belanda. Dengan berat sekitar 71 ton, panjangnya 12,65 meter dan tinggi 3,78 meter," katanya kepada Tribun Jogja, kemarin.