TRIBUNNEWS WIKI

TRIBUNJOGJA WIKI : Mengenal Pasar Beringharjo

Nama Pasar Beringharjo sendiri diberikan oleh Raja Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dengan makna wilayah yang semula hutan beringin (bering) diharapkan

Tayang:
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pintu masuk utama Pasar Beringharjo yang didominasi oleh warna hijau dengan tulisan beraksara jawa dan latin. 

Informasi Awal

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pasar Beringharjo merupakan salah satu lokasi transaksi ekonomi sekaligus pasar legendaris yang ada di Kota Yogyakarta.

Lokasinya berada di kawasan yang saat ini moncer sebagai lokasi yang paling diburu wisatawan yakni Jalan Malioboro. Persis di sisi selatan jalan ikonik ini.

Konon pasar ini termasuk yang tertua di DI Yogyakarta selain beberapa pasar lain yang ada. Seperti Pasar Legi Kotagede misalnya.

Saking lamanya, pasar ini disebutkan telah melewati tiga fase yakni Kerajaan, Penjajahan dan Kemerdekaan.

Hingga saat ini Pasar Beringharjo masih berfungsi layaknya pasar pada umumnya dan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan jika ingin berbelanja di pasar tradisional dan berburu pernak pernik maupun makanan khas saat berkunjung ke DI Yogyakarta.

Penjual Daging Sapi Pasar Beringharjo Keluhkan Sepinya Pembeli

Pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti sembako, daging, bumbu dapur, buah hingga kebutuhan sandang dan batik yang khas di Yogyakarta.

Tak hanya itu, jajanan pasar, makanan, uang kuno, bahan-bahan jamu tradisional, pusat asesoris hingga kebutuhan souvenir maupun rias pengantin juga tersedia.

Sejarah

Menurut berbagai sumber Pasar Beringharjo sudah ada ratusan tahun lalu.

Bahkan beberapa sumber mengatakan pasar ini terbentuk sebelum Kraton Ngayogyakarta ada namun informasi ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Setelah Kraton Yogyakarta berdiri, pada 1758 lokasi ini menjadi pusat transaksi ekonomi masyarakat.

Mulanya pasar ini adalah kawasan hutan Beringin yang kemudian oleh masyarakat sekitar dijadikan lokasi untuk bertransaksi ekonomi.

Adaptasi Pasar Beringharjo di Era Digital

Lantas ratusan tahun setelahnya yakni pada 24 Maret 1925 pihak Kraton menugaskan perusahaan beton Belanda waktu itu (Nederlansch Indisch Beton Maatschappij) untuk membangun los-los pasar.

Hingga pada akhir Agustus 1925 berhasil menyelesasikan 11 kios dan lainnya menyusul bertahap.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved