Jawa

Doa Dipanjatkan pada Peringatan Wafatnya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Kota Magelang

Doa bersama diikuti oleh segenap jajaran Disdikbud, anggota TNI, purnawirawan angkatan 45, dan Jamaah Kopdariyah di dalam kompleks Museum Sudirman.

Doa Dipanjatkan pada Peringatan Wafatnya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Kota Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Doa bersama pada peringatan wafatnya Jenderal Sudirman diikuti oleh segenap jajaran Disdikbud, anggota TNI, purnawirawan angkatan 45, dan Jamaah Kopdariyah di dalam kompleks Museum Sudirman, Kota Magelang, Kamis (30/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tanggal 29 Januari 1950, Panglima Besar Jenderal Sudirman wafat di Kota Magelang.

Pada tanggal yang sama di tahun 2020 ini, di sebuah pesanggrahan di Jalan Ade Erma Suryani, Kota Magelang, yang menjadi tempat wafatnya sang panglima, (Kini Museum Sudirman), segenap warga dan generasi muda penerusnya, berkumpul mengenang wafatnya sang pahlawan dan memanjatkan doa bersama.

"Beliau telah berjasa besar terhadap bangsa ini. Panglima Besar Jenderal Sudirman, menderita penyakit TBC, saat dan setelah berperang gerilya melawan kolonial Belanda. Beliau wafat di sini, dan kita saat ini di sini, bersama-sama untuk mengenang jasanya, dan menggelar doa bersama," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Sugeng, Kamis (30/1/2020) saat doa bersama untuk Pangsar Jenderal Sudirman di Museum Sudirman, Kota Magelang.

Penerimaan PAD dari PBB-P2 Tahun 2020 Kota Magelang Ditargetkan Meningkat Rp 6,1 Miliar

Doa bersama diikuti oleh segenap jajaran Disdikbud, anggota TNI, purnawirawan angkatan 45, dan Jamaah Kopdariyah di dalam kompleks Museum Sudirman.

Kembul Bujono digelar setelah doa dengan acara makan bersama tumpeng dengan sayur dan lauk ayam dan ikan di halaman belakang museum.

Sugeng mengatakan, peringatan wafatnya Panglima Besar Jenderal Sudirman ini dilaksanakan secara sederhana.

Meski begitu, pesan yang tersirat begitu kuat.

Lokasi doa bersama juga menjadi spesial karena dulu di tempat tersebut, Sudirman telah mengembuskan napas terakhirnya, pada 29 Januari 1950.

Tempat itu kini menjadi Museum Sudirman yang berisi memoar dan barang-barang peninggalan sang jenderal.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved