TRIBUN JOGJA WIKI
TRIBUN JOGJA WIKI: Masjid Gedhe Kauman
Tanah tempat dibangunnya masjid ini merupakan tanah milik Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Bukan hanya itu, regol masjid juga ikut runtuh.
Setahun kemudian Sri Sultan Hamengkubuwono VI membangun serambi.
• Ribuan Warga Berdesakan Rebutkan Gunungan di Masjid Gedhe Kauman
Luas serambi yang baru ini dua kali lebih luas dari sebelumnya. Pada tahun 1869 regol masjid kembali dibangun.
Pada tahun 1917 dibangun gedung pejagan atau tempat penjaga keamanan yang terletak di kanan kiri gapura masjid.
Prajurit keraton menggunakan ajagan ini untuk menjaga keamanan masjid.
Gedung pajagan ini jugalah yang menjadi Markas Asykar Perang Sabil untuk membantu TNI melawan agresi Belanda pada revolusi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Karena perhatian sultan terhadap Masjid Gedhe ini sangat besar.
Lantas pada tahun 1933 atas prakarsa Sultan Hamengkubuwono VIII lantai serambi masjid diganti dengan tegel kembangan.
Sebelumnya, lantai serambi terbuat dari batu kali. Atap masjid pun juga diganti dari sirab dengan seng wiron yang lebih tebal dan kuat.
• Miliki Nilai Sejarah Penting, Arsitektur UII Pilih Kauman Jadi Lokasi Studi
Tahap berikutnya tahun 1936 Sultan Hamengkubuwono VIII mengganti lantai dasar masjid dengan marmer dari Italia.
Lantaran sejarah dan perjalanan panjang masjid ini, pemerintah pun telah menetapkan bangunan ini sebagai cagar budaya dengan Per.Men Budpar RI No. PM.89/PW.007/MKP/2011.
Data
Nama: Masjid Gedhe Kauman
Alamat: Kampung Kauman Kelurahan Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta
Akses:
- Sisi barat Alun-alun Utara Yogyakarta
- Selatan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan Malioboro
Tiket Masuk: tidak ada (gratis)
(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masjid-gedhe-kauman-yang-berada-di-kampung-kauman-kelurahan-ngupasan.jpg)