Yogyakarta

Peran Pendamping Aslum Mesti Optimal

Hempri menganggap kerap kali program sosial yang diadakan oleh pemerintah cenderung hanya sebatas formalitas dan kurang dalam pemantauan.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengajar Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) UGM, Hempri Suyatna mengatakan, inisiatif Pemkot untuk melanjutkan program Asistensi Sosial Bagi Lanjut Usia Miskin Pemegang Kartu Menuju Sejahtera (Aslum) patut diapresiasi. Langkah itu dinilai dia merupakan salah satu bentuk kepedulian bagi warga lansia.

Namun demikian, Hempri menganggap perlu adanya monitoring dan evaluasi (monev) yang jelas terkait program itu.

Pasalnya, Hempri menganggap kerap kali program sosial yang diadakan oleh pemerintah cenderung hanya sebatas formalitas dan kurang dalam pemantauan.

"Proses verifikasi data dan juga pemantauan di lapangan harus benar-benar riil dan menjangkau masyarakat yang tidak mampu," kata Hempri, Selasa (28/1/2020).

Cerita Tim Medis Tangani Pasien Virus Corona: Tak Ada Waktu ke Toilet, Terpaksa Pakai Popok Dewasa

Kenaikan alokasi jatah hidup (jadup) yang cukup signifikan pada tahun ini dianggapnya juga mesti mendapat pengawalan yang konkret.

Jangan sampai validasi data yang kurang terukur menyebabkan program Aslum malah salah sasaran dan melenceng dari tujuan utama.

"Saya pikir indikatornya mesti jelas ya termasuk database warga yang diajukan serta sinkronisasi lintas sektor yang baik," ucap dia.

Di sisi lain, Hempri menganggap penyaluran bagi penerima Aslum mestinya mampu dimanfaatkan untuk pemberdayaan bagi warga lansia.

Tangis Haru Lansia Asal Bantul Saat Mendapat Bantuan Beras

Maka itu, peran dari para pendamping diharapkan tidak saja sebatas formalitas dan mentok untuk mendampingi pencairan dana saja, namun juga diharapkan berperan dalam proses mendayagunakan warga lansia.

"Memang perlu penegasan pada masing-masing pendamping jangan sampai justru malah tugasnya menjadi tumpang tindih ya. Ini yang saya kira mesti dioptimalkan sehingga lansia tidak hanya sebagai penerima tapi juga bisa menciptakan sektor ekonomi produktif yang baru," imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved