Breaking News:

Pencegahan Corona di Yogyakarta

Antisipasi Virus Corona, RSUP Dr Sardjito Siapkan Ruang Isolasi

Ruangan isolasi dilengkapi HEPA Filter System yang mampu menyaring dan menyalurkan udara kotor dari ruang tempat pasien dirawat ke udara bebas.

TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
RSUP Dr Sardjto menyiapkan ruang isolasi dengan HEPA Filter System berkapasitas delapan tempat tidur untuk mengantisipasi adanya pasien yang terindikasi virus corona . 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai antisipasi jika ada pasien yang terindikasi virus corona, RSUP Dr Sardjito menyiapkan ruang isolasi yang berkapasitas delapan pasien.

Sri Purwaningsih selaku Infection Prevention Control Nurse (IPCN) atau Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) mengatakan ruang isolasi ini memiliki sistem khusus yakni High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter System.

"Kami punya ruangan isolasi dengan tekanan negatif atau HEPA Filter System," ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (28/1/2020).

BREAKING NEWS : RSUP Dr Sardjto Bantah Adanya Pasien Pengidap Virus Corona

Kata dia, HEPA Filter ini akan menyaring dan menyalurkan udara kotor dari ruang tempat pasien dirawat ke udara bebas.

"Ini sebuah sistem mesin, udara kotor tempat pasien dirawat dialirkan ke udara luar melalui sistem filtrasi tiga lapis. Udara diolah di sistem mesin baru kemudian dibuang ke udara bebas di atas sana. Jadi tidak akan ada dampak ke siapapun yang ada," jelasnya.

Ruangan tersebut katanya telah ada dan difungsikan sejak 2003 silam saat waspada SARS.

Menghadapi kasus yang hampir serupa, ruangan ini siap difungsikan untuk menangani pasien dengan virus corona jika ada.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Lanjutnya, delapan tempat tidur yang tersedia akan dikategorikan sesuai dengan empat kriteria jenjang kasus virus corona.

Empat kriteria tersebut menurut dr Munawarman Ghani Sp PD(KP) yakni kasus dalam pemantauan, kasus dalam pengawasan, probable, dan confirm.

"Delapan tempat tidur ini dikategorikan sesuai kasus yang disampaikan dr Munawarman Ghani. Jadi masing-masing tidak akan dicampur," ujarnya.

"Prinsipnya, kami memutus mata rantai penularan melalui penempatan pasien yang tepat. Pasien juga tidak boleh dikunjungi. Akses pelayanan perawatan juga dilakukan oleh petugas kami," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved