Sleman

PKL Jalan Colombo Ingin Tetap Berjualan

Rencana penertiban pedagang kaki lima (pkl) di area simpang lima UNY, jalan Colombo setelah dipasangnya alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) menda

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kondisi jalan sebelum simpang lima UNY 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana penertiban pedagang kaki lima (pkl) di area simpang lima UNY, jalan Colombo setelah dipasangnya alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) mendapat berbagai macam respons.

Ada pedagang yang sudah bersiap pindah, namun ada pula pedagang yang ingin tetap berjualan di sana.

Penertiban ini dimaksudkan untuk melancarkan arus lalu lintas di jalan tersebut, terutama di simpang UNY. Seperti dari pantuan wartawan Tribun Jogja, di sisi barat terdapat beberapa pedagang buah yang menggunakan badan jalan.

Hal ini membuat arus kendaraan tersendat.

Sedangkan di sisi timur, terdapat pedagang kacamata.

Mereka menggelar dagangannya di taman pinggir jalan, sedangkan badan jalan digunakan untuk parkir para pembeli.

PKL Minta Pemkot Siapkan Infrastruktur Pendukung

Saat diwawancarai terkait rencana penertiban, seorang pedangan buah, Reki (38), mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dari media masa.

Reki adalah pedagang buah yang sudah berjualan di sana sejak 2007.

Ia berjualan menggunakan mobil bak terbuka dengan sistem bongkar pasang.

Ia sendiri mengaku sebagai pegawai.

"Saya tahu rencana penertiban dan relokasi dari berita. Tadi pagi bos juga sudah telpon, katanya Februari harus pindah. Tapi saya belum tahu pindah ke mana," ungkapnya.

Lain halnya dengan Surya (32), pedagang kacamata yang berada di sisi timur simpang UNY.

Setidaknya mereka sudah berjualan pada tahun 2005 dan pedagang kacamata di sana sudah masuk dalam paguyuban yang beranggotakan 20 orang.

Siagakan 200 Personil, Satpol PP Siap Jaga Malioboro dari PKL Nakal

Ia mengungkapkan keinginannya untuk tetap bisa berjualan di sana.

Dan jika harus pindah, maka mereka lebih memilih untuk memundurkan dagangannya dari pada direlokasi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved