Sleman

Website Pemerintah Rentan Diserang Hacker, Pemkab Sleman Tingkatkan Pengamanan

Beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan seperti penggunaan sistem firewall, pemantauan 24 jam, update teknologi web dan sistem server.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Belum lama ini website milik pemerintah diretas hacker.

Meski hanya di tampilan muka dan tidak menyerang database, namun hal itu cukup mengganggu.

Terkait hal tersebut, Pemkab Sleman terus berupaya untuk meningkatkan pengamanan website yang dikelola.

Kepala Diskominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro saat dihubungi memaparkan bahwa saat ini ada lebih dari 100 website yang dikelola dinasnya.

Dan pihaknya telah mengupayakan sistem pengamanan terhadap semua website tersebut.

Penampakan Website Pengadilan Agama Sleman yang Diretas, Diganti Curhatan Patah Hati

"Kami ada SOP untuk pengamanannya. Beberapa langkah antisipasi sudah kami lakukan seperti penggunaan sistem firewall, pemantauan 24 jam, update teknologi web dan sistem server," terang Eka.

Ia menilai hal yang lebih krusial adalah mengamankan sistem transaksi keuangan seperti lelang, serta pembayaran pajak dan retribusi.

Namun dalam kesempatan itu, ia juga mengakui bahwa Pemkab Sleman saat ini belum memiliki tenaga yang khusus mengelola web security.

Ia mengatakan bahwa selama ini hanya mengandalkan personel di data center yang dianggap cukup paham terhadap serangan dunia maya.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Forensik Digital UII, Yudi Prayudi mengungkapkan bahwa membuat website adalah hal yang mudah, namun terkadang aspek keamanan diabaikan.

Ia sering kali menjumpai sebuah laman resmi dikelola oleh web developer yang tidak paham tentang keamanan dunia maya.

Sedangkan kelemahan website pemerintah, ia menyebut pada umumnya disebabkan tidak ada admin yang secara spesifik mengelola keamanan.

Kalaupun ada, admin tersebut masih belum mempunyai keahlian yang cukup terkait web security.

"Di sisi lain memang tidak ada sistem yang seratus persen aman," ungkapnya.

Website KPU Bantul Diretas, Muncul Foto Sejoli Muda-Mudi di Laman Utama

Maka dari itu, keamanan web harus dikelola sedemikian rupa untuk menutup celah peretasan.

Satu di antaranya dengan selalu melakukan update aplikasi web security.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa ada beberapa prosedur dalam pengelolaan web yang disebut ISO 27001.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi (BSSN) juga telah menerapkan berbagai macam standar keamanan web dengan menggunakan acuan parameter lokal hingga internasional.

"Tapi tidak semua pengelola web peduli terhadap hal ini," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved