Wabah Virus Corona

Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura Periksa Penumpang dari Luar Negeri

Semua penumpang yang masuk ke Indonesia harus melewati tim KKP untuk dipantau suhu tubuhnya menggunakan alat thermal scanner, komputer maupun manual.

Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura Periksa Penumpang dari Luar Negeri
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
General Manager PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta Agus Pandu Purnama 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Antisipasi masuknya Virus Corona di Yogyakarta dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali pihak bandara.

General Manager Angkasa Pura 1 Agus Pandu Purnama mengatakan bahwa semua penerbangan yang berasal dari luar negeri berada dalam posisi karantina.

"Artinya semua alat angkut, crew, dan penumpang harus melalui pemeriksaan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) di pintu kedatangan. Selain itu, semua maskapai juga harus memberikan informasi sebelum tiba ke Indonesia. Mereka harus menyerahkan dokumen Gendek (General Declation) untuk menilai apakah ada info orang sakit atau dicurigai sakit yang berpotensi menular," jelasnya, Selasa (21/1/2020) malam.

AP 1 Pastikan Penerbangan di Adisutjipto Pindah ke YIA pada 29 Maret 2020

Terkait Virus Corona, Pandu mengatakan bahwa prosedur penanganan dan kewaspadaan pada intinya sama dengan penyakit menular lain yang berpotensi wabah.

"Semua penumpang yang masuk ke Indonesia harus melewati tim KKP untuk dipantau suhu tubuhnya menggunakan alat thermal scanner, komputer maupun manual," tuturnya.

Berdasarkan hasil tersebut, bila menunjukkan suhu tubuh di atas 38 derajat maka orang tersebut, akan menjalani wawancara.

Mulai dari sebab dan riwayat perjalanan, dan selanjutnya akan dirujuk ke RSUP dr Sardjito sebagai rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

"Jika dicurigai berpotensi penyakit menular, orang yang duduk bersebelahan depan belakang, samping kiri kanan, akan kami berikan kartu kewaspadaan bila terdeteksi sakit juga. Kami bisa lacak alamat yang bersangkutan," ucapnya.

Pandu menjamin bahwa semua dilakukan melalui prosedur keamanan dari KKP dan dilakukan secara kooperatif dari lintas program dan sektor di pintu masuk negara atau bandara.

"KKP lebih kepada mendeteksi potensi penyakit potensi wabah dan penanganan awal, agar tidak kehilangan data penumoang yang dicurigai terkena penyakit tertentu. Tidak hanya Virus Corona tapi juga pada semua penyakit potensi wabah lainnya kita perlakukan sama," pungkas Pandu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved