Kota Yogyakarta
Pedagang Pasar Kranggan Gelar Kerja Bakti
Pemkot Yogyakarta berupaya untuk menggalakkan program kebersihan secara mandiri pada sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta berupaya untuk menggalakkan program kebersihan secara mandiri pada sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat.
Selain untuk menjaga kondisi kenyamanan pengunjung, upaya ini juga ditujukan guna menghilangkan stigma kumuh yang kadung melekat di pada pasar tradisional.
Puluhan pedagang di pasar Kranggan tampak berbeda pada Selasa (21/1/2020) pagi.
Para pedagang yang biasa berjualan di sepanjang jalan Poncowinatan pada pagi itu melakukan kerja bakti untuk membersihkan wilayah tersebut.
Momen itu bertepatan dengan hari Selasa Legi dimana para pedagang kerap melakukan aktivitas serupa sejak akhir tahun lalu.
• Pedagang di Pasar Kranggan Yogyakarta Turut Keluhkan Naiknya Harga Cabai
Berlangsung sejak matahari mulai menyingsing para pedagang bahu membahu membersihkan area tersebut dengan berbagai macam peralatan.
Menjelang siang, tempat mereka biasa mencari nafkah itu pun tampak lebih sedap dipandang mata.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang ikut serta dalam kegiatan itu mengatakan bahwa, program itu merupakan kegiatan yang timbul dari inisiatif para pedagang.
Selain itu, kegiatan pembersihan juga melibatkan Forkopimka serta paguyuban pasar.
"Dengan kegiatan ini kami harap stigma pasar tradisional yang kumuh bisa hilang karena para pedagang peduli dengan kebersihan pasarnya," kata Heroe dikutip dari keterangannya.
Dia mengatakan, lewat kegiatan itu pula diharapkan tingkat kunjungan dan juga keinginan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional semakin besar, sehingga berdampak pula kepada pendapatan para pedagang.
• Buktikan Harga Pangan Stabil, Relawan Gojo Belanja di Pasar Kranggan
Ditambahkannya, dengan jumlah pasar tradisional yang tidak sedikit ditambah pula dengan persaingan yang kian ketat, upaya untuk menjaga kebersihan pasar tradisional merupakan jawaban untuk menjaga pengunjung tetap berbelanja di pasar tradisional.
"Apalagi pasar Kranggan merupakan salah satu pasar tradisional yang cukup legendaris dan juya ikonik makanya diharapkan bisa terus komitmen dalam menjaga kebersihan," kata Heroe.
Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono menyatakan, pihaknya telah melakukan program serupa bagi pasar tradisional lewat kegiatan reresik pasar setiap Kamis Pon.
Namun demikian jika pasar tradisional lain punya inisiatif sendiri di luar jadwal yang telah ditentukan itu pihaknya akan mengapresiasi serta mendorong kegiatan itu dilakukan.
"Semoga bisa diikuti di pasar lainnya ya, sehingga semua pasar tradisional bisa menawarkan kondisi yang nyaman bagi masyarakat," tukas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sejumlah-pedagang-saat-melakukan-kerja-bakti-di-pasar-kranggan.jpg)