Cuaca Panas di Yogyakarta

Anomali Cuaca Ektrem, Bantul Waspada Banjir, Longsor, dan Angin Kencang

Pemerintah Kabupaten Bantul siap siaga menghadapi segala potensi terjadinya ancaman bencana. Utamanya, banjir, longsor dan angin kencang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul Drs Suharsono 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi pada akhir Januari sampai awal Februari mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bantul siap siaga menghadapi segala potensi terjadinya ancaman bencana. Utamanya, banjir, longsor dan angin kencang.

"Sesuai data historis dari tahun ke tahun, ada tiga ancaman bencana alam yang menjadi perhatian serius kami yaitu banjir, longsor dan angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto ditemui seusai rapat kesiapsiagaan Pemerintah menghadapi bencana alam di gedung Parasamya, Bantul, Selasa (21/1/2020).

Pemkab Bantul Upayakan Jalan Keluar untuk Warganya yang Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga Menyatu

Pihaknya mengaku sudah melakukan segala persiapan.

Mengerahkan relawan untuk memantau segala potensi bencana.

Termasuk mereka yang ada di 20 pos pantau yang tersebar di Bumi Projotamansari untuk melaporkan ancaman bencana disetiap wilayah masing-masing.

Kabupaten Bantul, dikatakan Dwi, berada diwilayah hilir, dilewati sejumlah sungai sungai besar, seperti Winongo, Opak, Oya, dan Progo sehingga saat turun hujan sangat berpotensi terjadi bencana banjir.

Sebab itu, warga yang tinggal di sepadan sungai agar senantiasa waspada.

"Update terus segala cuaca yang terjadi saat ini," kata dia.

Pengurus FPRB Kabupaten Bantul Dikukuhkan

Bupati Bantul Drs Suharsono mengatakan, Kabupaten Bantul merupakan daerah dengan potensi bencana alam yang cukup tinggi.

Bahkan menurut dia, segala potensi bencana ada. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga gempa semuanya ada.

"Istilahnya, Bantul ini minimarketnya bencana," kata dia.

Karena itu, menghadapi cuaca panas dan puncak musim penghujan yang akan datang, Suharsono meminta kepada masyarakat agar senantiasa waspada.

Pihaknya mengaku sudah menginstruksikan kepada Camat maupun Lurah agar memantau setiap perkembangan di wilayahnya.

Termasuk meminta kepada Kapolres dan Dandim Bantul supaya memerintahkan kepada Babinsa maupun Babinkamtibmas di desa desa agar melakukan pemantauan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved