Gunungkidul

Dinkes Gunungkidul Gerak Cepat Tanggapi Laporan Kesehatan Masyarakat setelah Kontak dengan Ternak

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul siap menerjunkan tim untuk periksa warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah kontak langsung dengan hewan

Dinkes Gunungkidul Gerak Cepat Tanggapi Laporan Kesehatan Masyarakat setelah Kontak dengan Ternak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul siap menerjunkan tim untuk periksa warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah kontak langsung dengan hewan ternak.

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, baru tadi pagi pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat karena ada masalah kesehatan setelah kontak langsung dengan hewan ternak.

"Baru tadi pagi di Semin kami mendapatkan laporan dari masyarakat kami langsung menerjunkan personel ke sana untuk memeriksa kondisi kesehatannya, memang yang laporan ini pekerjaannya sebagai penyembelih sapi," ucapnya, Senin (20/1/2020).

Cegah Antraks Menyebar, Pemkab Gunungkidul Batasi Penjualan Hewan Ternak

Ia mengungkapkan hingga saat ini baru ada satu laporan dari masyarakat yang masuk ke dinkes.

"Kita siap dengan antibiotiknya jika ada masyarakat yang terkena anthraks dan gampang didapat," ujarnya.

Saat disinggung mengenai anggaran untuk pengadaan antibiotik ia mengatakan pihaknya tidak mengalokasikan anggaran yang dikhususkan untuk pengadaan antibiotik.

"Saat ini anggaran dari dinkes masih tersedia, jadi antibiotik ini jangan diartikan antibiotik khusus. Jadi yang digunakan antibiotik ini bernama amoxisilin yang hisa digunakan untuk beberapa macam penyakit satu diantaranya untuk mengobati anthraks," ucapnya.

Hingga saat ini kasus anthraks di Gunungkidul semakin membaik, dan ke 27 orang yang positif anthraks sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang.

Imbauan Pakar Peternakan dan Mikrobiologi UGM Untuk Tangani Kasus Antraks di Gunungkidul

Selain itu, Dewi mengaku hingga saat ini belum ada penambahan terkait warga yang positif antraks.

"Sampai hari ini belum ada tambahan lagi (warga yang positif antraks), masih yang 27 itu yang positif. Ya mudah-mudahan cukup segitu," ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi kasus anthraks di Gunungkidul.

"Jangan panik, saya sudah mencoba sendiri untuk makan daging di Gunungkidul dan Insya Allah dahing Gunungkidul aman untuk dikonsumsi," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved