Gunungkidul

Cegah Antraks Menyebar, Pemkab Gunungkidul Batasi Penjualan Hewan Ternak

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun menerjunkan tim gabungan untuk merazia truk-truk yang masuk ke Gunungkidul.

Cegah Antraks Menyebar, Pemkab Gunungkidul Batasi Penjualan Hewan Ternak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul terus melakukan upaya untuk mencegah penyebaran bakteri antraks.

Satu diantaranya adalah dengan melarang ternak dari daerah endemis yaitu Desa Gombang, Kecamatan Ponjong dan Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun menerjunkan tim gabungan untuk merazia truk-truk yang masuk ke Gunungkidul.

Imbauan Pakar Peternakan dan Mikrobiologi UGM Untuk Tangani Kasus Antraks di Gunungkidul

Tim gabungan tersebut berasal dari Dinas Pertanian Pangan (DPP), Pol PP, TNI, Polri, dan Dishub.

Sudah dua hari petugas dari tim gabungan tersebut melakukan razia untuk mencegah ternak keluar dari Desa Gombang dan Desa Pucanganom.

Kepala Bidang Peternakan DPP Gunungkidul, Suseno Budi menuturkan, pada hari pertama dilaksanakan setidaknya ada 12 truk pengangkut hewan ternak yang tidak boleh masuk ke Gunungkidul.

"Kalau hewan berasal dari kawasan endemik kami kinta untuk dibawa pulang kembali. Saat ini Pasar Munggi sedang pasaran atau pasar hewan ini sedang ada aktivitas karena pasar ini hanya buka saat Kliwon saja," ujarnya, Senin (20/1/2020).

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Pada hari ini pihaknya melarang sebanyak tiga truk pengangkut hewan ternak.

Menurutnya pelarangan tersebut adalah untuk mencegah bakteri anthrkas menyebar luar dari dua wilayah yang disinyalir menjadi daerah endemik.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved