Gunungkidul

Kemenkes Pantau Lingkungan Keluarga di Lokasi Endemik Antraks

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia akan memantau lingkungan keluarga di daerah endemik anthraks di kabupaten Gunungkidul.

Kemenkes Pantau Lingkungan Keluarga di Lokasi Endemik Antraks
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Bupati Gunungkidul Badingah dan jajarannya saat menemui Dirjen Kesehatan, Jumat (17/1/2020) 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kementrian Kesehatan Republik Indonesia akan memantau lingkungan keluarga di daerah endemik anthraks di kabupaten Gunungkidul.

Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Anung Sugihantoro menyampaikan jika masyarakat mendapatkan daging sapi atau kambing yang positif antraks, spora antraks sangat mudah menempel di berbagai lokasi.

"Spora anthraks dapat mudah sekali menempel di berbagai lokasi musalnya, saat memotong daging spora anthraks dapat menempel pada bagian pisau," ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Antisipasi Antraks, DP3 Sleman Minta Peternak Lapor Jika Ada Sapi Mati Mendadak

Selain itu yang harus diperhatikan adalah saat masyarakat membersihkan secara sembarangan maka spora anthraks dapat menyebar kemana-mana.

"Perlu kita temu kenali masyarakat bagaimana mengolah daging. Kalau seperti ini maka kita perlu tahu bagaimana kondisi dapur di masyarakat, selain itu kita juga perlu tahu tempat sampah seperti apa," imbuhnya.

Saat ini pihaknya berkonsentrasi untuk memastikan bertahap yaitu pertama lingkungan tempat menyembelih.

Jika ditemukan spora maka pengujian akan berlanjut ke pasar, untuk mengetahui spora anthraks menyebar kemana.

"Kalau dipasar ditemukan spora anthraks maka berikutnya yang perlu dilakukan pengetesan adalah di tempat-tempat pengelolaan daging," katanya.

Ia mengungkapkan untuk penyebaran spora anthraks sebenarnya tergantung oleh pola perilaku masyarakat sekitar apakah masyarakat tergolong bersih atau tidak.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah, wakil bupati Gunungkidul Immawan, beserta Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih dan Forkompimda makan bersama daging olahan di desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong.

Kemenkes Sebut Antraks di Gunungkidul Merupakan Kejadian Luar Biasa

"Ini daging sapi, terus ada belalang, sehat," kata Badingah sebelum menyantap.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, dan tidak takut untuk menyantap olahan daging sapi atau kambing, dengan catatan diolah dengan cara yang benar.

"Saya katakan kalau makan daging di Gunungkidul itu aman sebagaimana sudah dibuktikan bersama, makan daging sapi di Gunungkidul Halal dan Tayiban," ucapnya.

Pemkab Gunungkidul terus berupaya menekan peredaran hewan ternak yang berasal dari luar Gunungkidul, disinyalir hewan ternak yang terpapar antraks berasal dari luar daerah. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved