Diabetes Adakah Hubungannya dengan Penglihatan Buram?
Apakah riwayat penyakit diabetes berkaitan dengan penglihatan yang mulai buram atau kabur? Berikut ini penjelasan selengkapnya!
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Jika tak ditangani dengan benar, penyakit diabetes dapat menyebabkan penyakit metabolik kompleks karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin, tidak cukup produksi, atau tidak dapat digunakan dengan baik.
Insulin ini sangat penting perannya untuk memecah dan mengirim gula ke sel-sel tubuh, karena setiap sel membutukan glukosa (gula).
Pada tubuh penderita diabetes, kadar gula bisa menumpuk dalam darah karena tidak cukup memiliki insulin untuk memecahnya.
Kondisi tersebut dinamakan hiperglikemia. Tidak dapat dibiarkan, hiperglikemia dapat memberi dampak negatif pada tubuh. termasuk mata.
Penglihatan buram sering menjadi satu dari tanda peringatan pertama diabetes. Penglihatan Anda akan buram karena cairan bocor ke lensa mata Anda. Ini membuat lensa mata membengkak dan berubah bentuk. Perubahan itu membuat mata Anda sulit untuk fokus, sehingga segala sesuatunya mulai terlihat kabur.

Anda juga mungkin mengalami penglihatan kabur ketika Anda memulai perawatan insulin. Ini karena cairan bergeser, tetapi umumnya sembuh setelah beberapa minggu.
Tanda glaukoma
Penglihatan kabur juga bisa menjadi gejala glaukoma, penyakit di mana tekanan di mata merusak saraf optik.
Dikutip Tribunjogja.com dari laman Healthline.com, Rabu (15/1/2020), National Eye Institute menyebutkan bahwa Anda yang menderita diabetes, memiliki risiko glaukoma dua kali lebih besar dibanding orang dewasa lain.
Gejala glaukoma di antaranya adalah:
1. Hilangnya penglihatan periferal (tepi) atau penglihatan terowongan
2. Lingkaran cahaya di sekitar cahaya
3. Mata memerah
4. Sakit mata
5. Mual atau muntah

Putra kedua Alm. B.J. Habibie, Thareq Kemal Habibie adalah seorang penderita glaukoma dan pernah memiliki diabetes.
Thareq adalah memiliki riwayat penyakit diabetes, namun diabetesnya sembuh dan dia menderita glaukoma.
Dia sempat menjadi pusat perhatian karena mengenakan penutup di mata sebelah kanannya. Kemudian, Thareq mengklarifikasi bahwa dia menderita glaukoma sudah selama lebih dari tiga tahun, untuk itu dia mengenakan penutup mata.
Dia juga menjelaskan bahwa glaukoma menyebabkan tekanan di mata meningkat, sehingga retinanya tergencet dan pecah.
Saat penutup matanya dibuka, penampilan mata Thareq tampak normal biasa. Namun, menurutnya ketika matanya itu disinari, dia tidak dapat melihat cahaya.
Ketika dia membuka mata di siang hari, penglihatannya tidak jelas atau buram.
( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)