Keunikan Rumah Kamera Borobudur, Rumah Berbentuk Kamera Raksasa di Magelang

Keunikan Rumah Kamera Borobudur, Rumah Berbentuk Kamera Raksasa di Magelang

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Camera House atau Rumah Kamera Borobudur yang berlokasi di Jalan Majaksingi Nomor 8, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, milik seniman, Tanggol Angien Jatikusumo (70) (memakai kemeja krem garis-garis). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ada sebuah rumah dengan arsitektur yang unik dan berbeda dengan rumah-rumah pada umumnya.

Bangunannya persis seperti sebuah kamera. Sekilas saat dilihat dari jauh, rumah ini tampak seperti sebuah kamera raksasa.

Siapa sangka, di dalam rumah ini terdapat galeri seni dengan berbagai macam lukisan, gardu pandang dengan pemandangan Candi Borobudur, pegunungan dan perbukitan yang indah, dan wahana foto tiga dimensi yang seru dan menarik.

Adalah Camera House atau Rumah Kamera Borobudur. Rumah Kamera Borobudur terletak di Jalan Majaksingi Nomor 8, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pemiliknya adalah seorang seniman, Tanggol Angien Jatikusumo (70).

Tanggol adalah seorang pelukis kelahiran Semarang, yang sudah tinggal di Borobudur sejak tahun 2011 lalu. Tepat saat Rumah Kamera Borobudur didirikan.

Ditemui di rumahnya, Tanggol bercerita tentang awal mula dibangunnya Rumah Kamera Borobudur. Rumah Kamera Borobudur mulai dibangun pada tahun 2011 lalu.

Saat itu, ia menghadiri pameran lukis lintas agama atas undangan dari Remy Sylado, seorang pujangga kenamaan.

Tanggol memang sudah lama berkeinginan untuk pindah ke Borobudur. Ia sudah tinggal sekitar 30 tahun lebih di Batam dan merasakan penat akan kawasan industri.

Sebagai seniman, ingin berkonsentrasi melukis. Ia pun memutuskan membeli tanah di Desa Majaksingi seluas 3.800 meter persegi dan mulai membangun Rumah Kamera Borobudur, sebagai tempat tinggalnya.

"Tahun 2011 saya ke Borobudur, waktu itu ada panitia pameran lukis lintas agama. Panitianya, Remy Sylado, pujangga, cari alamat saya dikasih nomor telepon, saya datang pas ada Waisak. Di situ saya ketemu yang teman jual beli tanah.

Saya ditawari di sana sini, tetapi tidak cocok. Terakhir saya pas mau pulang, saya ditawari di sini dan saya mau. Akhirnya beli di sini. Tahun 2011 transaksi, tanah seluas 3.800 meter persegi. Akhirnya mulai membangun." kata Tanggol.

Akhirnya, tahun 2011, Rumah Kamera Borobudur mulai Ground breaking. Tahun 2013, dalam perjalanan pembangunan rumah ini, sudah banyak pengunjung yang datang.

Rata-rata karena penasaran bentuknya aneh. Ada yang mengira rumah berbentuk kereta api. Ada yang mengira pion catur.

Setelah tahun 2014, Tanggol pun memutuskan membuka rumah kamera ini untuk umum, sembari menyempurnakan pembangunan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved