Jawa

Disperindag Sebut Kenaikan Harga Cabai di Kota Magelang Tak Terlalu Berpengaruh

Disperindag Kota Magelang menilai kenaikan harga cabai seperti terjadi di daerah lain, tidak terlalu berdampak di Kota Magelang.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pedagang di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang menunjukkan cabai dagangannya yang kini harganya melambung tinggi, Minggu (12/1/2020). 

Namun ia mengatakan, ketersediaan di Kota Magelang tetap aman, meski harga tetap mengikuti harga pasar.

"Mungkin alasan pertama karena musim hujan, harga melambung banyak, produk kadar air banyak, menjadi pasokannya berkurang. Ketersediaan sendiri aman di pasar. Harga mengikuti harga pasar." katanya.

Dikatakan Vivi, menjelang musim hujan, selain cabai, komoditas bawang merah juga terpengaruh.

Harga Cabai Mulai Mengalami Kenaikan Sedikit Demi Sedikit Sejak Natal dan Tahun Baru

Daerah penghasil bawang merah seperti di Brebes kerap terkena banjir, sehingga banyak kemungkinan gagal panen, akibatnya harga naik.

"Harganya Rp 30 ribu per kilogram bawang merah pada saat kemarin natal. Sebelum natal, bawang merah Rp 26-28 ribu per kilogram," katanya.

Vivi pun mengatakan, kenaikan harga cabai seperti yang terjadi di daerah lain, tidak dapat disamakan dengan kondisi di Kota Magelang.

Meskipun mengalami kenaikan, daya beli masyarakat masih tetap tinggi, sehingga dampaknya tidak terlalu mempengaruhi situasi pasar di Kota Magelang.

"Terkait kenaikan, di Kota Magelang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Di sini, masyarakatnya daya beli tinggi, dan seperti tidak terpengaruh. Meskipun mahal pun tetap dibeli. Jadi tidak terlalu berdampak," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved