Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan

Korban Pencabulan di Kapanewon Samigaluh Akan Terus Diberikan Pendampingan

Aksi bejat seorang ayah berinisial BR (40) terhadap DS (15) yang merupakan anak kandungnya, menjadi perhatian bagi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan

Korban Pencabulan di Kapanewon Samigaluh Akan Terus Diberikan Pendampingan
Istimewa
Kepala Dinsos PPPA, kabid dan konselor psikologi P2TP2A 

Laporan reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Aksi bejat seorang ayah berinisial BR (40) terhadap DS (15) yang merupakan anak kandungnya, menjadi perhatian bagi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Dinsos PPPA, Yohanes Irianta menyampaikan kepada tribunjogja.com, Jumat (10/1/2020) bahwa Jumat pekan lalu, pihaknya mendapat laporan dari Polsek Samigaluh.

"Laporannya berisi tentang adanya pencabulan, itu pencabulan bapak terhadap anak," katanya.

Terkait Oknum Guru yang Diduga Lakukan Pencabulan, Ini Tanggapan Bupati Sleman

Mengetahui akan adanya kejadian tersebut, Irianta pun langsung memberikan instruksi kepada tim khusus untuk melakukan pendampingan.

"Jadi sesuai prosedur yang ada terlebih korban masih berusia 15 tahun, disini ada tim khusus untuk menangani kasus-kasus seperti ini. Namanya Tim pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A)," katanya.

Lanjutnya, tim tersebut bertugas untuk mendampingi korban dan mencari apakah ada dampak secara psikologis terhadap korban.

"Selain itu, tim P2TP2A ini juga turut mendampingi saat pemeriksaan di Mapolsek Samigaluh.

Bahkan seusai pemeriksaan, tim juga mendampingi untuk melakukan visum di RSUD Wates," paparnya.

Ditambahkan oleh Irianta, bahwa hari ini Dinsos PPPA juga mengirimkan tim psikologi untuk mendampingi korban.

12 Siswi Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru di Sleman

"Hari ini kan kasus hukum tersangka diteruskan oleh Polisi dan pemberitaan di media online juga banyak, jadi kita mendampinginya," jelasnya.

Menurutnya, ekspose media terutama di media sosial akan cukup memberatkan bagi kondisi korban.

"Apalagi anaknya masih sekolah, semoga saja tidak menjadi trauma baginya," katanya.

Irianta pun menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mendampingi korban.

"Sampai saat ini, kondisinya masih baik. Tapi misalkan suatu saat memburuk, kita akan merujuknya untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun, kita tetap akan melakukan pendampingan terhadapnya," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved