Sleman

Waspada Tanah Bergerak di Sleman

Tanah bergerak menjadi ancaman warga, terutama jika itu terjadi di daerah pemukiman, maka dapat merusak struktur bangunan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - BPBD Sleman imbau masyarakat untuk mewaspadai tanah bergerak.

Tanah bergerak menjadi ancaman warga, terutama jika itu terjadi di daerah pemukiman, maka dapat merusak struktur bangunan.

Seperti yang terjadi di rumah Sulis Widodo (22) warga Losari 2, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan.

Hujan deras yang melanda Sleman pada Senin (6/1/2020) membuat tanah bergerak.

Akibatnya, dinding rumahnya retak.

BREAKING NEWS: Longsor dan Tanah yang Merekah Terjadi Dusun Brongkol Gunungkidul

"Merasa tidak aman, atas kesadaran sendiri, pemilik rumah sekeluarga mengosongkan rumah dibantu warga. Setelah itu dilakukan pembongkaran bangunan dan pemindahan barang berharga," Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan saat dikonfirmasi Selasa (7/1/2020).

Untuk sementara, pemilik rumah mengungsi ke rumah orang tuanya yang juga masih berada di desa Wukirharjo.

Mengutip peta prakiraan terjadinya gerakan tanah pada bulan Januari 2020 di Kabupaten Sleman dari BMKG, Makwan menjelaskan bahwa ancaman tanah bergerak juga berpotensi terjadi di wilayah lainnya.

Potensi tanah bergerak kategori tinggi berada di Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan dan sebagian Prambanan.

Di lokasi tersebut juga ada tanah bergerak kategori menengah.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

Dalam kategori gerakan tanah bergerak menengah, pada zona dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah, di mana pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Terkait curah hujan di DIY, Kepala Staklim BKMG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menjelaskan, potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY serta proyeksi cuaca untuk beberapa hari ke depan, sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih berpotensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.

"Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan bagi masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologis lainnya berupa banjir, banjir bandang dan tanah longsor," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved