Tanah Merekah di Gunungkidul

BREAKING NEWS: Longsor dan Tanah yang Merekah Terjadi Dusun Brongkol Gunungkidul

Warga Dusun Brongkol dihebohkan dengan tanah yang merekah dan sebagian tanahnya longsor sehingga menutup jalan cor blok.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Kondisi tanah yang merekah dan sebagian longsor di Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Rabu (8/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus dihebohkan dengan tanah yang merekah dan sebagian tanahnya longsor sehingga menutup jalan cor blok dan tidak bisa dilewati oleh warga.

Tanah merekah milik Suyatno (60) warga Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus menurut kesaksiannya hujan turun pada tahun baru, lalu pada hari Senin tanah mulai merekah lantaran curah hujan tinggi mengakibatkan sebagian tanah longsor hingga menutup akses jalan warga.

"Saat merekah itu seperti gempa bumi tiba-tiba terdengar 'gleger' pada senin dini hari saat keluar rumah kayu-kayu seperti sengon dan glugu sudah dalam keadaan miring dan terjadi rekahan tanah dan satu tanah ambles," ucapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (8/1/2020).

Dirinya menuturkan sejak tahun baru curah hujan di daerahnya memang tinggi dan tanah yang mengalami rekahan biasanya dilewati air sehingga terjadi tanah merekah sehingga longsor dan satu tanah ambles.

BPBD Catat Terjadi 34 Sinkhole di Gunungkidul Sejak 2017 hingga 2020

"Ini bukan sungai tetapi memang saat musim hujan sering dilewati oleh air, tahun lalu sudah ada tanah bengkah, tetapi ditambah yang di atas dan satu ini yang bolong," ungkapnya.

Pihaknya telah melaporkan ke Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kecamatan, dan pihak Desa pada hari selasa lalu pihak BPBD melakukan survei ke lokasi tempat tanah merekah lalu pada hari ini dilakukan kerja bakti.

"Kalau tanah longsoran dari bengkahan tanah ini malah mengancam warga yang berada di Dusun Kenis, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus," katanya.

Kepala Desa Purwodadi, Sagiyanto menambahkan rekahan tanah sepanjang 16 meter jika nanti curah hujan semakin tinggi pihaknya memprediksi masih ada material tanah yang akan ikut terkikis air.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

"Material tanah masih banyak di atas, tanah yang turun hingga jalan cor blok ini setinggi 20 cm, dan yang menimbun pekarangan warga ada setinggi 70 cm," ungkapnya.

Lanjut Sagiyanto di daerahnya hujan memang tidak terlalu deras namun durasi hujan cukup lama yaitu berkisar selama 3 hingga 4 jam.

"Lubang tanah yang merekah berada di Dusun Brongkol yang berbatasan langsung dengan Dusun Kenis jarak tanah yang merekah dengan warga Dusun Kenis berjarak 50 meter," katanya.

Untuk antisipasi longsor jika hanya dibangun talud tidak akan terlalu berpengaruh tetapi yang dibutuhkan adalah saluran air.

"Yang terpenting adalah saluran air kalau talud sepertinya malah tidak terlalu menangani," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved