Mitos Atau Fakta? 3 Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Diabetes Agar Tak Salah Kaprah

Penderita diabetes di Indonesia jumlahnya mencapai 10,9 persen di tahun 2018. Tentu bukan jumlah yang bisa diremehkan. Berikut mitos seputar diabetes.

www.healthline.com
Ilustrasi cek gula darah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah penderita diabetes di Indonesia tidak bisa dianggap remeh, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2007 ada 5,7% warga Indonesia menderita diabetes, kemudian meningkat lagi menjadi 6,9% di tahun 2013, dan di tahun 2018 lebih tinggi lagi menjadi 10,9%.

Penyakit diabetes adalah satu di antara penyakit yang memiliki risiko besar, di antaranya bisa menimbulkan kebutaan, berujung amputasi, gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Namun, ada beberapa hal yang masih simpang siur di tengah masyarakat tentang penyakit diabetes.

Tribunjogja.com kali ini ingin membagikan informasi dan penjelasan seputar mitos-mitos yang banyak dibicarakan tentang diabetes, dilansir dari laman WashingtonPost.com.

1. Makan gula membuat diabetes

ilustrasi
ilustrasi (news.pakistan.tv)

Memang benar jika memerhatikan kadar gula adalah hal penting dalam pemeriksaan diabetes. Tapi, apakah gula adalah penyebab seseorang menderita diabetes? 

Sebagai kelainan autoimun, diabetes tipe 1 berkembang sebagai hasil dari risiko genetik dan pemicu yang sulit dipastikan, belum tentu karena mengonsumsi gula atau lainnya.

Sementara untuk diabetes tipe 2 mungkin akan lebih kompleks. Tapi yang jelas kegemukan menjadi faktor penting seseorang berisiko besar terkena penyakit ini, termasuk juga faktor genetik, seperti tipe 1.

Dalam beberapa kasus, orang-orang memakan hidangan berlemak dan mengandung gula, tapi tidak menderita diabetes, karena pankreas mereka dapat memproduksi insulin dalam jumlah banyak.

Maka intinya adalah mengonsumsi gula berlebihan tidak membuat seseorang menderita diabetes secara langsung, namun mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menaikan berat badan, dan obesitas dapat membuat seseorang berisiko terkena diabetes tipe 2.

2. Penderita diabetes tidak boleh makan manis

Ilustrasi Es Teh
Ilustrasi Es Teh (istimewa)

Pada nyatanya, tidak hanya penderita diabetes saja, seseorang tanpa diabetes juga tidak disarankan untuk banyak makan manis, terlebih mengandung bahan pemanis buatan.

Seseorang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 harus sangat memerhatikan kadar gula darahnya, terus memantau konsumsi gula yang masuk ke tubuh, kandungan karbohidrat, total kalori, olahraga, dan pemberian insulin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved