Sleman
Kunjungan Wisatawan di Sleman pada 2019 mencapai 10,1 juta
Selama Desember terdapat penambahan sekitar 700 ribu kunjungan wisatawan ke Sleman, di mana sekitar 80% merupakan kunjungan wisatawan Nataru.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selama libur natal dan tahun baru (Nataru) 2019, tingkat kunjungan wisatawan ke obyek wisata Kaliurang mengalami penurunan.
Namun jumlah kunjungan wisata dalam satu tahun tetap melampaui target.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan berdasarkan data penghitungan sementara, jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman sepanjang 2019 mencapai 10,1 juta wisatawan.
Angka ini melebihi angka yang ditargetkan yakni 10 juta kunjungan wisatawan.
• Mina Padi Sukses, Samberembe Pakem Dikembangkan Jadi Wisata Pertanian
Dispar Sleman mencatat per November 2019, jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman sebanyak 9,4 juta kunjungan.
Artinya, selama Desember terdapat penambahan sekitar 700 ribu kunjungan wisatawan ke Sleman, di mana sekitar 80% merupakan kunjungan wisatawan Nataru.
"Menjelang natal jumlah wisatawan memang tinggi. Hal ini karena natal jatuh pada tengah Minggu. Waktu yang bersamaan dengan liburan sekolah juga dimanfaatkan keluarga untuk berlibur akhir tahun," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, pendapatan retribusi daerah di sektor pariwisata sepanjang tahun 2019 juga melebihi dari target.
Target PAD dari retribusi Dispar Sleman pada tahun 2019 sebesar Rp 5,82 miliar, dan terealisasi sebesar Rp 6,11 miliar (104%).
Sedangkan target PAD dari Kaliurang sendiri pada tahun 2019 sebesar Rp 2,5 miliar, dan terealisasi sebesar Rp 2,84 miliar (112%).
"Dari jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang memang ada penurunan, tetapi secara target pendapatan retribusi selama 2019 melebihi target," paparnya.
• Spot Wisata di Yogya yang Cocok untuk Menikmati Sunrise Terbaik
Maka dari itu, pihaknya akan terus berupaya untuk menaikan jumlah kunjungan.
Dispar akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana pariwisata dengan anggaran APBD dan DAK.
Selain itu juga akan meningkatkan dan menyediakan fasilitas sebagai atraksi wisata dan penunjang pariwisata.
"Kami akan perbaiki fasilitas di Kaliurang, membangun menara pandang, pembuatan fasilitas toilet dan parkir, penataan landscape, dan juga menambah atraksi wisata berupa pentas seni dan event di destinasi wisata," urainya.
Selain itu, juga dilakukan penguatan event dengan mendatangkan artis nasional. Penyelenggaraan sport tourism seperti Sleman Temple Run, Tour de Prambanan, dan Tour de Merapi, serta mendorong penyelenggaraan event sekala nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh pelaku industri pariwisata maupun komunitas.(TRIBUNJOGJA.COM)