Pendidikan

UNY Siap Mengintegrasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa

Sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan, UNY mempunyai banyak program pemberdayaan kepada masyarakat desa.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Menteri Desa/PDTT Abdul Halim Iskandar (kiri) dan Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Desa/PDTT Abdul Halim Iskandar menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pembangunan desa.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri studium general di UNY pada Sabtu (4/12/2019).

Sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan, Halim mengatakan, UNY mempunyai banyak program pemberdayaan kepada masyarakat desa.

Sebab ia sendiri merupakan alumni Filsafat dan Sosiologi Pendidikan UNY angkatan 1987.

UNY Komitmen Menjadi Universitas Kependidikan Kelas Dunia pada 2025

“Tadi Pak Rektor menyampaikan, UNY sekarang punya program KKN (Kuliah Kerja Nyata), PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), dan PPM (Program Pengabdian Masyarakat). Itu saya juga sempat mengikuti waktu zaman kuliah. Dan saya ingin apa yang dilakukan UNY maupun perguruan tinggi lainnya, harus bersinergi lintas lembaga,” tutur Halim.

Dengan adanya sinergi, pemberdayaan desa akan lebih mudah dilakukan karena terwujud secara terintegrasi.

Masing-masing pihak sesuai kompetensinya, akan bahu-membahu dan saling melengkapi dengan satu tujuan yaitu memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan.

Sinergi dan integrasi tersebut dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang sederhana.

Misalnya menggunakan data statistik pedesaan dan daerah 3T yang dimiliki kementeriannya, UNY dapat menempatkan program pengabdian masyarakat di tempat-tempat tersebut.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

UNY sebagai kampus guru nantinya dapat mengirim mahasiswanya ke daerah tersebut untuk mengajar di sekolah maupun langsung kepada masyarakat secara informal.

Pengelolaan dana desa juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan sampai keperluan administrasi.

“Saya dulu selepas lulus dari UNY, juga menjadi guru di desa sampai tahun 1999. Di desa, menjadi guru masih sangat dihormati dan masukannya bisa sangat berkontribusi untuk pembangunan. Anak-anak UNY sebagai calon guru jangan sampai melepaskan peluang ini,” ujarnya.

Menjawab hal tersebut, Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa menyatakan UNY siap untuk bersinergi lebih lanjut.

Terlebih lagi, jumlah mahasiswa yang dikirim UNY untuk program pengabdian masyarakat setiap tahunnya relatif besar.

Rektor UNY Bagikan Laptop hingga Beasiswa ke Korea untuk Anak Gunungkidul Berprestasi

Pada tahun 2019 saja, ada 4.519 mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved