Yogyakarta
Akses Kendaraan Mudah Jadi Pemicu Kemacetan di Yogya
Pemda DIY menyebut kemacetan di beberapa titik jalan yang ada di kawasan Yogyakarta dikarenakan akses kendaraan melalui jalur darat cukup mudah.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepadatan arus lalu lintas masih terpantau di sepanjang jalan yang berada di kawasan Yogya, Jumat (3/1/2020).
Pemda DIY menyebut kemacetan di beberapa titik jalan yang ada di kawasan Yogyakarta dikarenakan akses kendaraan melalui jalur darat cukup mudah.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebutkan, kepadatan arus lalu lintas ini tidak hanya terjadi selama libur Natal dan tahun baru.
Hal ini dikarenakan akses jalur darat semakin mudah sehingga wisatawan luar daerah lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi.
• Libur Nataru, Jumlah Wisatawan Tebing Breksi Meningkat
“Ini memang dipengaruhi oleh akses jalan darat di DIY yang semakin mudah untuk diakses. Misalnya, saya temukan ada banyak plat luar daerah banyak di sini,” kata Aji, kemarin.
Dia pun menyebutkan, kecenderungan pertambahan jumlah kendaraan pribadi ini terjadi pada saat tahun baru dan natal.
Dimungkinkan, untuk liburan tahun depan juga akan terjadi hal yang sama.
Untuk itu, dia meminta Dinas Perhubungan DIY, Kabupaten, dan Kota melakukan koordinasi.
Aji juga menyebut memang pihaknya telah menyediakan sejumlah kantong parkir seperti di kawasan STIE Kerjasama, GOR Amongrogo, dan kawasan lainnya.
• Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama
Hal ini untuk menampung bus-bus besar dan juga sejumlah kendaraan pribadi.
“Dengan penyediaan kantong parkir saya kira berdampak bus besar tidak masuk dan menjadi penyebab kemacetan. Saya lihat pada hari H Natal saya rasakan nyaman. Tanggal 31 sore juga saya keluar dari kantor masih wajar,” jelasnya.
Untuk kantong parkir seperti GOR Among Rogo dan beberapa tempat lain akan difungsikan pada saat high season saja.
Adapun untuk keputusan uji coba pedestrian Malioboro masih belum ada keputusan hingga saat ini.
• Mengintip Eksistensi Seniman Malioboro di Tengah Perkembangan Era Digital
Beberapa hal yang masih dikaji diantaranya adalah wisatawan dan juga aspek ekonomi.
Termasuk, rekayasa lalu lintas juga masih dalam kajian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekitar-250-ribu-mobil-padati-kota-yogya-selama-nataru.jpg)