Jawa

Dewan Minta Alat Gantung Daging di RPH di Kota Magelang Dimanfaatkan Optimal

Kalangan DPRD Kota Magelang menyoroti fasilitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Canguk, Kota Magelang.

Dewan Minta Alat Gantung Daging di RPH di Kota Magelang Dimanfaatkan Optimal
Istimewa
Komisi B DPRD Kota Magelang saat melakukan sidak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Canguk, Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang menyoroti satu di antara fasilitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Canguk, Kota Magelang.

Fasilitas berupa alat gantung daging belum termanfaatkan dengan optimal.

Dewan pun meminta jagal atau tukang potong dapat memanfaatkan alat tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Stin Sahyutri, pihaknya melihat alat penggantung daging di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Canguk, belum dipakai dan dimanfaatkan secara optimal oleh jagal atau tukang potong.

Jumlah Pengunjung Artos Mall Magelang Capai 15 Ribu per Hari saat Masa Libur Natal 2019

“Alatnya sudah bagus, tetapi kenapa masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para jagal. Seharusnya alat  dapat mempermudah mereka dalam kegiatan pemotongan daging. Daging juga lebih terlihat bersih jika digantung,” kata Stin, Minggu (22/12/2019).

Stin pun meminta Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang dapat melakukan sosialisasi penggunaan alat penggantung tersebut, sehingga alat tersebut termanfaatkan dengan baik dan anggaran untuk membeli alat tersebut tidak lah sia-sia.

"Disperpa memang sudah beberapa kali mengajak dan mensosialisasikan kepada para jagal di RPH. Alat sudah pernah dipakai empat kali, terus habis itu belum dipakai lagi,” katanya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, mengatakan, alat tersebut baru dipakai selama empat kali, dan setelah itu berhenti.

Pihaknya pun berupaya mengajak para jagal untuk memanfaatkan alat tersebut yang baru di pasang di tahun 2019 ini.

“Sudah sering kita berbicara, dan mengajak teman-teman disini. Ya itu tadi, sulit merubah mindset mereka. Sebenarnya, alat ini mudah dalam pengoperasiannya. Tapi kami percaya, lama-lama juga akan dipakai teman-teman disini,” tukasnya. (*/TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved