Yogyakarta
Tiga Perusahaan Lokal Ikut Lelang Tender Bus dari Kementrian Perhubungan
Sedikitnya tiga perusahaan yang bergerak dalam bidang tranportasi siap untuk mengikuti lelang proyek operator bus yang akan melayani tiga kecamatan di
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
“Minimal operasional trayek tersebut harus lima tahun berjalan meski pun nanti sepi penumpang, agar perusahaan tidak dirugikan. Tetapi, Pemda DIY memang berupaya keras untuk mengembangkan jalurkalau di perjalanannya perlu dievaluasi ya dievaluasi,” tuturnya.
Bus Stop
Pihaknya pun sudah menyiapkan perencanaan untuk membuat bus stop (titik pemberhentian bus) di tiga trayek tersebut.
Anggaran untuk pembuatan bus stop ini mencapai Rp90 juta untuk pembuatan rambu-rambu di titik pemberhentian bus.
“Jadi hanya rambu saja, kami sudah menganggarkan bus stop di tahun depan. Paling sekitar Rp 90 juta,” ujarnya.
• Dishub DIY Evaluasi Kinerja Bus Trans Jogja
Sumariyoto mengatakan, untuk mekanisme bus ini hampir sama seperti bus Trans Jogja.
Namun, ada perbedaan desain yakni bus ini akan menggunakan low deck, sehingga tidak perlu halte.
Melalui studi tata ruang yang dilaksanakannya, bus ini akan menjangkau tiga kecamatan yang tidak disentuh Trans Jogja.
Yakni, Godean, Ngaglik dan Ngemplak.
Sehingga, untuk rutenya nanti adalah dari Maguwoharjo ke arah utara, kemudian Kaliurang ke utara dan Godean.
“Namun, bus ini nanti tetap akan terintegrasi dan tidak terpisahkan untuk melayani kawasan Sleman barat dan utara. Target launchingnya sekitar bulan Maret atau April 2020 mendatang,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)