Travel
Kampung Anggur Plumbungan, Destinasi Wisata Edukasi di Bantul
Kampung Anggur Plumbungan Bambanglipuro, Destinasi Wisata Edukasi di Bantul
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tempat rekreasi saat ini banyak ragamnya. Mulai dari yang menyajikan kuliner khas, pemandangan alam hingga ada yang tak sengaja menjadi destinasi wisata lantaran dianggap menyuguhkan sesuatu yang lain daripada yang lain.
Kampung Anggur contohnya. Meski bukan didesain sebagai sebuah tujuan wisata pada awalnya, kampung yang warganya hampir semua memiliki tanaman anggur di halaman rumahnya ini kini menjadi tujuan rekreasi alternatif.
Kampung ini tepatnya berada di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta.
Akhir pekan kemarin Tribun Jogja mengunjungi kampung ini. Mengandalkan aplikasi peta digital, rute menuju kampung Anggur ini mudah ditempuh menggunakan kendaraan pribadi.
Matahari hampir terik, waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB. Kira kira 500 meter sebelum memasuki kampung ini melalui jalan yang tak begitu lebar di tengah areal persawahan, bila beruntung, pengunjung bakal disuguhi aktivitas petani membajak sawah dengan mesin bajak modern.
Pemandangan menjadi istimewa ketika puluhan burung Kontul berada di kanan kiri petani, nampak bersahabat dengan aktivitas pembajakan sawah.
Meski membajak sawah sudah jarang dilakukan dengan tenaga kerbau, rupanya kebiasaan burung Kontul juga tak berubah dan bisa menerima kehadiran mesin bajak modern.
• Ketika Kakak Cemburu Pada Si Adik
Tak berselang lama, sebuah papan nama bertuliskan kampung Anggur terlihat dan sekaligus aplikasi peta digital menunjukkan penanda bahwa tujuan sudah sampai. Kediaman pria bernama Rio Aditya adalah tujuan pertama Tribun Jogja.
Mantan guru Bimbingan Konseling inilah aktor di balik dikenalnya Kampung Anggur hingga ramai dikunjungi wisatawan sampai saat ini. Rio saat ini memanfaatkan seluruh halaman rumahnya yang berukuran kira kira 25 x 10 meter dengan menanam pohon anggur.
Meski matahari bersinar terik waktu itu, memasuki halaman rumah Rio langsung terasa teduh. Pohon anggur diberi penopang baja ringan dan dibiarkan menjalar sehingga membuat halaman rumah Rio rimbun.
Nampak buah anggur yang masih berwarna hijau dan ungu bergelantungan. Bila musim panen tiba, pengunjung bisa langsung menikmati buah anggur dengan memetik sendiri lalu bisa dibeli dan dibawa pulang.
Sayangnya, untuk saat ini menurut Rio, buah anggur sedang dalam masa kurang bagus berbuah, ada hama dan membutuhkan peremajaan. Meskipun demikian pengunjung yang terlanjut datang masih diperbolehkan memasuki area kebun untuk sekedar berfoto dan mencicipi buah yang masih bagus.
"Paling bagus buah di bulan Juli hingga Oktober. Kalau saat ini, tetap berbuah tapi kualitasnya sebagian kurang layak konsumsi. Kalau saya memilih tak menjualnya ke pengunjung dan waktu yang tepat untuk memberikan rehat pada tanaman supaya pas berbuah lagi kualitasnya baik," terang Rio.
Semakin siang pengunjung kampung Anggur semakin ramai. Lalu lalang di jalan kampung yang tak begitu lebar oleh puluhan pengunjung menjadikan kampung yang 9 tahun lalu sepi kini jadi ramai, apalagi di akhri pekan.
Dwi dan Maya adalah pengunjung kampung Anggur di kebun Rio siang itu. Keduanya baru pertamakali berkunjung setelah mendapatkan informasi dari sebuah tayangan di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kampung-anggur-plumbungan-destinasi-wisata-edukasi-di-bantul.jpg)