Pendidikan

Tingkatkan Pembelajaran pada PAUD Melalui TIK

Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Evaluasi Hasil MAPAUD di Kabupaten Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) pada Kamis

Tingkatkan Pembelajaran pada PAUD Melalui TIK
Istimewa
Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Evaluasi Hasil MAPAUD di Kabupaten Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) pada Kamis (12/12/2019) di Grand Mercure Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Evaluasi Hasil MAPAUD di Kabupaten Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) pada Kamis (12/12/2019) di Grand Mercure Yogyakarta.

Kegiatan ini diisi dengan seminar yang menghadirkan narasumber dari Kapustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto, Ketua Umum Yasarini Nani Hadi Tjahjanto dan Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan PAUD Lestari Kusuma Wardhani.

Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan PAUD Lestari Kusuma Wardhani memaparkan prinsip penguatan TIK bagi anak usia dini yakni teknologi harus digunakan untuk meningkatkan akses semua anak agar mendapat kesempatan untuk belajar.

Dengan teknologi dapat memperkuat interaksi antar anak, anak dengan guru dan anak dengan orangtua.

Ditjen PAUD dan Dikmas Siapkan Anak Bangsa Menuju Era Digital

"Teknologi lebih efektif dalam pembelajaran jika ada interaksi antara orang dewasa dengan anak," kata dia.

Ia mengatakan, TIK dapat meningkatkan pembelajaran pada anak.

Sebab penggunaan teknologi pada PAUD menjadikan proses belajar lebih menyenangkan.

"Studi menunjukkan anak-anak yang belajar presentasi dengan video itu lebih menarik, informatif dan menghibur," katanya

Lanjutnya, manfaat esensial menggunakan teknologi dalam pembelajaran yakni dapat membantu meningkatkan keterampilan interaksi sosial anak.

Gebyar PAUD 2019 Dekatkan Anak-Anak dengan Permainan Tradisional

Dengan teknologi, orangtua dan pendidik dapat mengembangkan keterampilan pokok anak, seperti bermain ekspresi diri dan keterampilan menghitung.

"Pendidik PAUD tidak perlu takut menggunakan teknologi di ruang belajar anak sebab anak usia dini lebih cepat mengingat informasi ketika menggunakan media digital," ungkapnya

Sementara itu, Kapustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto menuturkan semua guru seharusnya sudah memapu memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri dan pengembangan karir.

Menurut dia, jangan sampai keberadaan teknologi justru malah mengurangi aktivitas dan interaksi antar anak atau anak dengan pendidik.

"Yang penting keberadaan teknologi mampu menstimulasi aktivitas anak, interaksi anak dengan anak, anak dengan guru. Teknologi harus selaras dengan tingkat perkembangan anak," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved