Pendidikan
Prihatin dengan Pernikahan Usia Dini, Guru di Gunungkidul Ciptakan Model Pembelajaran Nalarku
Seorang guru Agama Islam di Gunungkidul berhasil menjuarai lomba guru berprestasi tingkat nasional.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Arifin, menurutnya saat ini pekerjaan administrasi masih membebani guru yang membuat guru tidak bisa melakukan inovasi walaupun itu sifatnya inovasi kecil.
• Perlunya Manajemen Kepegawaian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
"Kita membuat rancangan pembelajaran saja itu tebalnya 20-30 lembar, energi kita sebagai guru habis terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas administrasi," katanya.
Dirinya saat ini sedang menunggu Menteri Pendidikan Nadiem Makarim apakah sambutan yang dibacakan tadi akan diikuti oleh sebuah kebijakan.
"Wacana ini sudah beberapa kali diutarakan tetapi kami masih menunggu apakah ada kebijakan lanjutan setelah ini. Guru Indonesia sebenarnya bisa mencontoh guru-guru dari luar negeri yang membuat inovasi kecil, lalu berubah membuat metode pembelajaran, dari metode tersebut bisa dibukukan. Karya-karya inilah yang ditunggu dari guru-guru asli Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan, guru seharusnya tidak terjebak dalam rutinitas dan bisa membuat sebuah inovasi kecil.
• Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata
"Saya tahu tadi para guru bertepuk tangan bukannya karena menyambut saya tetapi menyambut isi dari pidato yang saya bacakan," ujarnya.
Immawan menyoroti format pidato Nadiem Makarim, yang menurutnya memiliki perbedaan dibandingkan dengan pidato pada umumnya.
"Formatnya seperti surat jadi saya bacakan seperti saya membaca surat ini menurut saya format tersebut memiliki maksud tersendiri yaitu mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam rutinitas," katanya.
Immawan menyampaikan, seseorang yang membuat inovasi pasti memiliki keberanian yang lebih dibandingkan orang yang tidak melakukan inovasi.
"Tekanan penting dari surat mendikbud adalah bebaskan guru untuk melakukan kreasi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/prihatin-dengan-pernikahan-usia-dini-guru-di-gunungkidul-ciptakan-model-pembelajaran-nalarku.jpg)